Penista Nabi Muhammad Akhirnya Ditetapkan sebagai Tersangka

Lumajang, Motim - Polres Lumajang merespon cepat laporan masyarakat terkait adanya penistaan Nabi Muhammad di media sosial. EV (37), warga Desa/Kecamatan Jatiroto akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Polres Lumajang saat pers release tersangka penista Nabi Muhammad
Polres Lumajang saat pers release tersangka penista Nabi Muhammad
Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Siregar mengatakan, awalnya ketika komentar tersangka di Facebook itu banyak dikecam umat Muslim, yang bersangkutan mengamankan diri di Polda Bali pada 17 Februari 2020. Karena Eko kebetulan tinggal di Bali.

Lalu tersangka dibawa ke Polresta Denpasar. “Kita kemudian menjemput tersangka untuk dibawa ke Polres Lumajang pada 20 Februari 2020,” kata kapolres saat pers release di halaman depan Polres Lumajang, Jumat (28/2/2020).

Pria kelahiran 1983 itu pun harus menanggung akibat berkomentar tak pantas di media sosial yang membuat tersinggung umat Muslim khususnya. Kini Ia harus mendekam di balik jeruji.

Seperti diketahui, dugaan penistaan ini bermula di Grup Facebook Jatiroto Kenangan. EV berkomentar cukup panjang tentang Nabi Muhammad yang menyinggung umat Muslim, khususnya yang ada di Kecamatan Jatiroto.

Puluhan warga yang tergabung dalam NU, Muhammadiyah, MUI, dan unsur lainnya di Kecamatan Jatiroto akhirnya mendatangi Polres Lumajang, Selasa (18/2/2020). Mereka resmi melapor ke polisi.

“Apa yang kita lakukan merupakan salahsatu bentuk kecintaan kami pada kanjeng Nabi yang telah sengaja dihina dan dilecehkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Ketua MWC NU Jatiroto, Ustadz Timaruddin.

Sementara Ketua MUI Jatiroto, Ustadz Muhammad Irfan Muharrom menambahkan, laporan ini merupakan bentuk taat terhadap negara. “Dia mengatakan itu tanpa dasar-dasar dia tahu bagaimana kondisi nabi kami yang sebenarnya dan dia seorang Non Muslim yang menyampaikan,” tegasnya. (fit)