Perampokan Oro-Oro Ombo: Korban Diikat, Mulut Dilakban, Harta Dikuras

Polisi saat olah TKP. (cho)
Lumajang, Motim - Aksi pencurian dengan kekerasan (curas), gegerkan warga Dusun Sumberbulus, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Pelaku yang diperkirakan berjumlah 2 orang mengenakan cadar juga senjata tajam jenis celurit dan pisau dapur berhasil menguras harta benda milik korban seperti uang, perhiasan emas juga 2 unit sepeda motor.

Pencurian dengan kekerasan yang menimpa korban kedua korban yakni Nur Hasanah (42) dan Musriyeh (49), warga setempat itu terjadi pada Minggu (15/3) sekira pukul 03.00 WIB, dengan cara pelaku membobol pintu rumah korban sebelah selatan.

Akibat kejadian yang menimpanya itu, kedua korban mengalami kerugian mencapai 30 jutaan. "Sudah ditangani Polsek Pronojiwo Pak," ucap Sapui.

Kapolsek Pronojiwo Iptu Basuki Rachmad, SH, melalui Kanit Reskrim Bripka Purnomo, SH menuturkan, begitu mendapat laporan kejadian itu, pihaknya terus mendatangi rumah korban. Selain melakukan proses olah tempat kejadian perkara juga ada menghimpun keterangan baik dari saksi maupun warga sekitar.

Dari hasil proses olah TKP, pelaku masuk kedalam rumah korban dan menguras harta bendanya,dengan cara merusak pintu utama rumah korban sebelah selatan,kemudian pelaku masuk kedalam mendapati korban bernama Musriyeh lagi sholat.

Oleh pelaku terus dibawa paksa menuju ruang depan sambil diancam menggunakan senjata tajam jenis celurit sambil berkata "Awas kalau berteriak saya bunuh".

"Musriyeh didudukkan, mulutnya dilakban kedua kaki dan tangannya diikat menggunakan tali rafia,'' katanya.

Usai mengamankan Musriyeh, pelaku membangunkan Haduri yang tengah tidur di kamar dekat korban Musriyeh diamankan, lalu didudukkan berdampingan dengan korban Musriyeh."Haduri juga sama, mulutnya dilakban kaki dan tangannya juga diikat," ujarnya.

Kedua pelaku yang memiliki ciri-ciri postur tubuh tinggi kurus membawa celurit dan satu lagi dengan postur tubuh pendek Dempal membawa pisau dapur terus mendobrak pintu kamar yang ditiduri oleh Nur Hasanah dan mengancam menggunakan senjata tajam sambil berkata "Kalau berteriak saya bunuh".

Nyawanya terancam, korban pun memilih diam meski kalung emas yang dikenakannya diambil paksa pelaku dan sejumlah uang tunai milik korban yang disimpan didalam laci juga diambil.

Kemudian pelaku terus menuju ke ruang depan mengambil 2 unit sepeda motor milik korban 1 unit sepeda motor honda Scoopy merah plat Nopol N 6819 YK milik Nur Hasanah dan 1 unit sepeda motor Honda Beat milik Musriyeh.

Menurut keterangan korban, setelah menguras habis harta benda milik korban, pelaku terus kabur melalui pintu utama menuju arah Lumajang.

Lanjut Kanit Reskrim, ciri-ciri pelaku sudah dikantongi dan masih didalami. Untuk mengungkap kasus ini pihaknya diback up penuh oleh Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang.

"Kami butuh waktu, mudah-mudahan tidak lama lagi kasus ini terungkap," jelasnya. (cho)