PKL Seputar Alun-Alun Akui Omzet Menurun

Lumajang, Motim - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di seputar Alun-Alun Lumajang mengaku mengalami penuruan omzet akhir-akhir ini. Menurut mereka, ini merupakan dampak adanya penutupan Alun-Alun.
PKL yang ada di seputaran Alun-alun
PKL yang ada di seputaran Alun-alun
Salahsatu pedagang yang ada di sana bernama Indra mengatakan, Ia mengalami penuruan omzet hingga di bawah 50 persen. Karena belakangan ini, jumlah pembeli lebih sedikit dibanding biasanya.

“Jumlah pembelinya gak seperti biasanya. Pendapatan menurun, lebih dari separuh seperti biasanya,” katanya, Minggu (29/3/2020).

Namun Ia enggan menyebut berapa rata-rata omzet yang didapatnya ketika normal dibandingkan yang didapatnya saat ini. “Pokoknya ada penurunan mas, gak seperti biasanya,” jelas pedagang Mie Ayam itu.

Pedagang lainnya, Adi menambahkan, memang ada dampak pada penjualan dengan adanya penutupan Alun-Alun. Karena warga sudah dilarang berkumpul di sana. Kegiatan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) juga ditiadakan. “Jelas berdampak mas,” ujarnya.

Tetapi Ia mengaku tetap bersyukur, berapun omzet yang didapatnya akhir-akhir ini. Karena penutupan Alun-Alun juga untuk kebaikan bersama. Yakni untuk menghindari adanya kerumunan warga demi mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Seperti diketahui pemerintah telah menutup sementara sejumlah fasilitas dan ruang publik di tengah pandemi Corona. Selain itu, semua tempat wisata yang ada di Lumajang juga harus ditutup. (fit)