Semeru FC Pamit dari Lumajang, Bang Thoriq Minta Maaf

CEO Semeru FC yang lama, H. Thoriq Alkatiri. (fit)
Lumajang, Motim - Persigo Semeru FC resmi pamit dari Lumajang. Klub yang berada di Lumajang sejak 2017 itu diakuisisi Muhammadiyah Jawa Timur dan berganti nama menjadi PS Hizbul Wathan. Dikabarkan klub tersebut akan bermarkas di Sidoarjo.

CEO Semeru FC yang lama, H. Thoriq Alkatiri baru angkat bicara. Ia meminta maaf kepada masyarakat Lumajang, khususnya Semeru Mania. Bang Thoriq, sapaan akrabnya, tentu sebenarnya tak menghendaki hal ini terjadi.

"Mohon maaf sebesar-besarnya kepada suporter atau fans Semeru FC yang sudah memberikan semuanya untuk Semeru FC supaya tetap eksis di Liga 2. Ternyata Semeru FC akhirnya meninggalkan Lumajang," ujar Thoriq kepada sejumlah wartawan, Jumat (6/3/2020) malam.

Ia sudah berusaha mempertahankan tim berjuluk The Lava itu. Namun apa daya, dengan banyak pertimbangan harus melepas Semeru FC. "Saya sudah berusaha sekuat tenaga agar klub ini ada di Lumajang. Bupati juga berusaha, namun ada banyak kendala yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya," ucapnya.

Salahsatu alasannya, Ia sudah tak mampu membiayai Semeru FC lagi. Karena biaya operasional yang dibutuhkan klub di Liga 2 begitu besar. "Pembiayaan yang begitu besar untuk di Liga 2 ini," katanya saat ditemui di Kantor PSSI Lumajang.

Bang Thoriq juga mengaku menyesal akhirnya Semeru FC meninggalkan Lumajang. "Nama Semeru FC itu sudah nama yang luar biasa. Mungkin karena nama berat, saya mau nyonggoh (menahan) itu tidak kuat lagi," terangnya.

Sebelum diakuisisi Muhammadiyah Jatim, Thoriq bercerita, sejak Semeru FC kembali ke Liga 2, dirinya sudah berkonsultasi dengan pemilik utama Persigo. Pihak Persigo menawarkan pada Bang Thoriq untuk membeli klub tersebut.

"Mereka memberi kesempatan pada Semeru FC, kalau membeli diberi harga murah. Pertimbangannya kita sudah mengelola dua kali kompetisi (Liga 2) dan ketiga di Liga 3 dan mengembalikan ke Liga 2," jelasnya.

Dari pengalaman menjadi CEO Semeru FC selama 3 musim, Ia mengaku berat jika mengelola klub itu tanpa ada partner untuk membiayai. Akhirnya Ia bersama pihak Persigo sepakat untuk menjual klub tersebut.

"Akhirnya kami berunding, siapa yang mau mengambil alih klub ini. Jadi bareng-bareng untuk dilepas," terangnya.

Awalnya ada beberapa pihak yang berminat membeli Persigo Semeru FC. Namun kemudian kandas di tengah jalan. Bahkan hingga batas waktu pendaftaran Liga 2 ditutup, masih belum ada yang sepakat membeli.

"Kira-kira kurang 10 hari teman-teman Muhammadiyah Jatim ketemu saya," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada 2017 Bang Thoriq mulai mengelola Persigo Gorontalo dan memboyongnya ke Lumajang. Sekaligus berganti nama menjadi Persigo Semeru FC. Di musim pertama, Semeru FC lolos ke 16 besar Liga 2.

Namun di musim kedua, langkah Semeru FC terseok, hingga akhirnya harus degradasi ke Liga 3. Di musim ketiga, diisi para pemain PON Jatim, Semeru FC tampil mencolok di Liga 3. Meski akhirnya tertahan di 8 besar, Semeru FC berhak promosi ke Liga 2. (fit)