Tak Ada Industri Gula Merah di Lumajang Kantongi Izin Produksi

Lumajang, Motim - Semua industri gula merah di Lumajang diduga tak ada yang mengantongi izin produksi. Pasalnya, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang menyebut, sejauh ini belum pernah mengeluarkan Izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk gula merah.
Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Lumajang Sri Lestari
Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Lumajang Sri Lestari
“Untuk gula merah di Lumajang, belum ada sampai hari ini yang ada izin PIRT. Belum ada sama sekali,” Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Lumajang, Sri Lestari pada sejumlah wartawan, Kamis (19/3/2020).

Namun ada beberapa industri yang sudah mengajukan perizinan ke Dinkes. Tetapi sejauh ini masih dalam proses. Karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi hingga terbit izin tersebut.

“Ada sekitar 4 pengajuan izin. Masih proses di kita, ada pembinaan, pendampingan,” lanjutnya.

Ia menegaskan, Dinkes akan mengeluarkan izin jika produk yang dihasilkan sesuai dengan standar. Namun jika tidak, maka tidak akan dikeluarkan izinnya. “Kalau memang di dalam instrumen yang kami punya itu tidak sesuai, ya tidak bisa dikeluarkan izinnya,” ucapnya.

Tetapi nyatanya, meski tak ada izin, banyak industri gula merah yang tetap berproduksi. Namun Dinkes menegaskan, tak bisa memberikan sanksi. Karena ada keterkaitan dengan instansi lainnya.

“Ini kan ada keterkaitan dengan Dinas Perdagangan (Dindag), kami hanya memfasilitasi pada izin edar (PIRT). Masalah peredarannya sendiri, pembinaan ada di instansi lain,” jelasnya.

Disinggung adanya campuran gula rafinasi dalam pembuatan gula merah, Sri Lestari menyebut, itu boleh digunakan tapi harus diolah. Karena yang dilarang itu jika gula rafinasi dikonsumsi langsung sebab berbahaya.

Maka sebelum mengeluarkan izin tersebut, pihaknya akan memastikan apakah gula merah itu sudah memenuhi persyaratan. “Kalau tidak memenuhi syarat, ya kita keluarkan izinnya. Apakah ada kesesuaian bahan dengan definisi pada pangan yang diajukan,” terangnya.

Untuk itu, Dinkes menghimbau agar masyarakat berhati-hati dalam membeli produk pangan. “Mangkanya masyarakat kita himbau agar ketika membeli produk pangan. Kalau bisa yang ada izin PIRT. Karena itu sudah melalui proses. Sudah melalui proses verifikasi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, diketahui sering dijumpai pengiriman gula rafinasi ke industri gula merah. Pihak Dindag Lumajang saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Dindag sudah mengetahui peredaran gula rafinasi.

Tapi Dindag menyebut, gula rafinasi tidak dijual bebas di pasaran. Karena gula itu tidak boleh dikonsumsi langsung sebab berbahaya. Harus melalui proses terlebih dulu. Jadi jika industri gula merah mendatangkan gula rafinasi, maka harus mengantongi izin dalam pembuatan makanan dan minuman tersebut. (fit)