164 Napi di Lapas Lumajang akan Dibebaskan Lebih Cepat

Lumajang, Motim - Sebanyak 164 narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Lumajang akan dibebaskan lebih cepat. Mereka akan menjalani proses asimilasi di rumah masing-masing. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020.
Lapas Lumajang membebaskan napi lebih cepat sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020
Lapas Lumajang membebaskan napi lebih cepat sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020
Tidak semua napi bisa dibebaskan lebih cepat. Ada syarat yang harus dipenuhi sesuai Permenkumham itu. Diantaranya telah menjalani 2/3 masa pidana sampai 31 Desember 2020 mendatang. Bagi tahanan anak, setengah masa pidana sampai 31 Desember 2020 mendatang.

Ada napi dalam kasus tertentu yang tidak bisa mengikuti program ini. “Ini hanya berlaku pada napi umum. Tidak berlaku bagi napi teroris, korupsi, kejahatan berat, dan nakotika yang hukumannya di atas 5 tahun,” ujar Kepala Lapas Klas II B Lumajang, Agus Wahono, Kamis (2/4/2020).

Jadi mengacu pada Permenkumham itu, total ada 164 napi yang bisa mengikuti program ini. Mereka akan dibebaskan lebih cepat di hari yang tak sama. Sesuai hitungan batas waktu dalam aturan yang ada.

“Misalnya 2/3 kapan, dia setengahnya kapan. Jika hari ini kita laksanakan hari ini, jika bulan depan kita laksanakan bulan depan. Kita sesuaikan dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah membebaskan sejumlah napi. “Kemarin ada 4 napi, hari ini ada 5 napi. Besok-besok lagi masih ada. Masih dalam proses pengerjaan administrasinya. Selesai administrasi langsung selesai tanda tangan dan bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, memang ada perbedaan dalam program asimilasi sebelumnya dengan asimilasi antisipasi Corona. “Kalau yang dulu-dulu asimilasinya, kerja di luar lalu balik (ke lapas). Kalau yang ini dia ada di rumah, di tempat keluarganya,” ungkapnya.

Para napi itu setelah menjalani asimilasi, akan mengikuti program integrasi. “Setelah asimilasi selesai, langsung integrasi, dia baru menjalani PB (Pembebasan Bersyarat)-nya,” ucap dia. Selama asimilasi, para napi itu akan mendapat pengawasan oleh petugas Lapas. Sampai saat ini napi yang tinggal di Lapas Lumajang ada 530 orang. (fit)