5 Hari Kabur, Pelaku Curas Didoor

Lumajang, Motim - Setelah lima hari kabur, pelaku pencurian dengan kekerasan di jalan raya Dusun Curah Wedi, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, pada Sabtu (18/4/2020), sekira pukul 18.30 WIB, akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang dilumpuhkan dengan timah panas pada salah satu kakinya.
Kapolres Lumajang saat pimpin press release
Kapolres Lumajang saat pimpin press release
Pelaku berkulit sawo matang dengan postur tubuh pendek gemuk ini diketahui berinisial As (43), asal Dusun Karanganyar, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung.

Pelaku ditangkap lima hari setelah kejadian di jalan raya Dusun Kotokan, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, pada Rabu (22/4/2020), sekira pukul 18.30 WIB.

Karena melawan dengan mengeluarkan celurit, Tim Cobra Tangguh yang sudah membuntutinya langsung memberikan tindakan tegas secara terukur pada salah satu kakinya.

“Ditindak tegas karena melawan,” kata Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar,S.IK, M.Si didampingi Kasat Reskrim, AKP Masykur, SH dan Kasubbag Humas, Iptu Catur Budi Bhaskara saat press release, Kamis (23/4/2020).

Kronologis kejadian hingga As ditangkap, bermula malam itu korban bernama Muhamad Rifqi (27), asal Dusun Onjur, Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, sedang mengemudikan mobil pick up Nopol P 8522 VN perjalanan dari pasar Porong Sidoarjo menuju Sempolan Jember.

Saat melintas di lokasi kejadian, tepatnya di jalan raya Dusun Curah Wedi, tiba-tiba perjalannya terhenti setelah dipepet dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor Honda CB.

Saat mobil korban menepi, salah satu pelaku mendatangi korban langsung menodongkan pisaunya, kemudian mengambil uang yang berada di dasbor dan dua buah HP milik korban dan milik temannya kemudian kabur.

“Kejadian itu kemudian dilaporkan oleh korban ke Polsek Jatiroto,” tuturnya.

Dari laporan itu, Tim Cobra Tangguh melakukan penyelidikan dan membuahkan hasil. Setelah genap 5 hari berhasil menangkap As.

Saat diinterogasi penyidik, dia mengaku tidak bekerja sendirian melainkan bersama seorang temannya berinisial SY yang kini masih diburu.

“Bagi pelaku kejahatan yang berada di luar, jangan mengambil kesempatan saat pandemi Corona. Karena kami tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terukur,” tegasnya.

Kasat Reskrim, AKP Masykur, SH menambahkan, menurut catatan kepolisian pada tahun 2014 As pernah menjalani hukuman penjara selama 3 bulan di Lapas Kabupaten Jember atas kasus pencurian sapi.

Pada tahun 2018 pernah menjalani hukuman penjara di Lapas Kabupaten Pasuruan selama 3 tahun atas perkara pencurian dengan kekerasan. Dia juga masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Rowokangkung atas perkara pencurian sapi.

“As juga mengakui terlibat dalam pencurian disertai kekerasan di wilayah Kabupaten Probolinggo bulan Maret kemarin,” tambah Kasat Reskrim.(cho)