Abaikan Physical Distancing, Pengamen Diamankan

Lumajang, Motim - Gara-gara mengabaikan phisical distancing, belasan pengamen di sejumlah perempatan lampu merah wilayah Kota Lumajang diamankan petugas gabungan yang terdiri dari personil Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Sabhara) Polres Lumajang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).
Pengamen diamankan petugas
Pengamen diamankan petugas
Menggunakan truck dinas Sat Pol PP, belasan pengamen berikut alat musik seperti gitar dan gendang terus diboyong oleh petugas menuju Polres Lumajang.

Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar, S.IK, M.Si melalui Kasubbag Humas, Iptu Catur Budi Bhaskara menuturkan, setiba di polres langsung dilakukan pendataan guna mengetahui asal mereka. Hasilnya diketahui para pengamen itu sebagian berasal dari Lumajang dan sebagian lagi berasal dari Surabaya.

“Pengamen yang diamankan itu ada yang dari Lumajang ada pula yang dari Surabaya,” katanya.

Usai dilakukan pendataan para pengamen langsung diberikan pembinaan agar tidak melakukan kegiatan seperti ini di tengah Covid-19 sedang melanda Indonesia, semisal Lumajang.

Termasuk memberikan pemahaman soal himbauan pemerintah terkait Physical Distancing supaya dipatuhi guna memutus rantai penyebaran virus Corona. “Usai diberikan pembinaan, mereka kami beri masker untuk dipakai. Barang bawaannya juga disemprot dengan disinfektan,” ujarnya.

Awalnya kata Catur, setelah dilakukan pendataan juga pembinaan, para pengamen ini akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan lanjutan seperti mendapatkan ketrampilan. Namun, Dinas Sosial menolak, karena rumah pembinaan semenjak Virus Corona melanda Lumajang ditutup untuk sementara.

Karena rumah pembinaan Dinas Sosial ditutup, terpaksa pihaknya menyerahkan para pengamen asal Lumajang ke Polsek setempat sesuai asal mereka untuk diserahkan kepada orang tuanya masing-masing.

Bagi pengamen asal Surabaya, pihaknya menyerahkan mereka kepada keluarganya melalui Dinas Sosial setempat. “Sudah kami kirim semua. Alhamdulillah berjalan lancar. Semua itu dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” tegas Catur.

Bagi pengamen asal Surabaya, pihaknya menyerahkan mereka kepada keluarganya melalui Dinas Sosial setempat. “Sudah kami kirim semua. Alhamdulillah berjalan lancar. Semua itu dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” tegas Catur.(cho)