Ada Apa Sebenarnya di Balik Covid-19?



By: Andrian
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang

Covid-19 atau corona virus disease merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Virus corona ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, hingga kematian. Virus ini pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, tepatnya di Institut Virologi Wuhan pada akhir bulan Desember tahun 2019. Munculnya virus ini diduga karena kebiasaan masyarakat Wuhan yang sering memakan hewan hidup atau hewan liar lainnya. Adapun dugaan bahwa virus ini muncul dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal di pasar makanan laut Huanan di Wuhan.

Akan tetapi, dicurigai bahwa virus ini juga memiliki latar belakang yang perlu dipertanyakan. Yang di mana virus Corona atau COVID-19 ini juga sengaja dibuat. Ada yang mengatakan virus ini dibuat oleh China tapi ada pula yang mengatakan bahwa virus ini dibuat oleh Amerika Serikat. Dilansir dari liputan6.com bahwa China mengklaim virus Corona bukan berasal dari negaranya, melainkan dari Amerika Serikat. Merebaknya virus ini juga bertepatan terjadi setelah perang dagang antara Cina dengan Amerika. Sebuah tanda tanya besar tentu muncul. Banyak kejanggalan-kejanggalan yang dianggap “aneh” semenjak munculnya virus baru ini.

Virus ini merupakan senjata biologis yang dibuat secara sengaja. Dikarenakan virus ini tidak terjadi secara alami, melainkan melalui mutasi genetik. Senjata biologis semacam virus Corona ini digunakan karena memiliki daya tarik tersendiri. Dimana tidak memerlukan atau memakan banyak biaya serta bentuknya yang tak terlihat. Tidak seperti senjata konvensional yang memerlukan banyak biaya karena bentuknya secara fisik. Selain itu, senjata biologis semacam ini dinilai tidak mudah dideteksi. Adapun dengan disengaja-nya virus ini dibuat akan dapat menguntungkan oknum-oknum yang bersangkutan yang berada di balik layar. Oknum-oknum pembuatan virus ini ditakutkan berkaitan berasal dari organisasi besar di dunia.

Karena virus ini sengaja dibuat dan diedarkan untuk membuat kekacauan dan kerugian ekonomi secara global. Bahkan terbukti pada saat ini banyak nilai saham atau harga saham yang anjlok. Kemudian hal ini menyebabkan investor merugi, serta dapat menjualnya dengan harga murah. Selain itu, dengan merebaknya virus ini, akan memukul banyak negara-negara di dunia menuju kekerugian ekonomi. Akibat banyak biaya untuk merawat warganya yang sakit, serta dirumahkannya para pekerja untuk mencegah penularan karena virus ini secara lebih lanjut. Efeknya banyak perusahaan mengalami kerugian dan menurunnya pendapatan negara. Dikemudian hari akan terjadi Resesi atau perlambatan ekonomi. Akan banyak negara-negara di dunia yang membutuhkan hutang untuk membangkitkan kembali perekonomian di negaranya. Jika banyak negara yang mengalami kerugian, maka negara tersebut akan berhutang melalui World Bank dan IMF. Sedangkan World Bank dan IMF yang menjadi bagian dari PBB ditakutkan memiliki oknum-oknum yang berkaitan. Dimana, oknum ini bekerja sebagai penyokong dana dan dicurigai pula berkaitan dengan kemunculan Corona virus. Ada pula keterkaitan oknum-oknum ini juga untuk membuat keuntungannya sendiri.

Pandemi atau epidemi Global virus corona ini sangat cepat menyebar hingga ke penjuru dunia. Peningkatan jumlahnya juga terjadi cukup drastis. Kemunculan wabah atau pandemi ini memang seperti direncanakan. Ntah itu oleh Amerika Serikat ataupun China. Adapun sebenarnya virus Corona ini sengaja direkayasa untuk menarik dana demi pengembangan vaksin. Virus Corona ini juga telah sukses memukul mundur perekonomian dunia akibat dibatasinya transportasi antar negara untuk mencegah penularan lebih lanjut. Sehingga banyak negara-negara yang mengalami kerugian ekonomi akibat merebaknya wabah ini.

Penyakit ini menyebar dengan sangat cepat. Yaitu dimana jika kita berada di dekat atau bersentuhan dengan orang yang terinfeksi virus Corona bisa menyebabkan tertular. Belum lama ini, pandemi ini sudah berhasil menjangkiti puluhan negara bahkan seluruh dunia dengan total korban mencapai ratusan ribu jiwa.

Banyak media juga menyatakan terkait virus Corona ini dengan teori konspirasi. Akan tetapi, di balik konspirasi yang terjadi, banyak negara berharap pandemi ini cepat berakhir agar aktivitas di negara-negara dapat berjalan lancar seperti biasa. Dikhawatirkan jika terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, akan berdampak besar pada kerugian ekonomi di berbagai negara.