Angka Positif Covid-19 di Lumajang Terus Meningkat Jadi 8 Kasus

Lumajang, Motim - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lumajang terus mengalami peningkatan. Ada penambahan dalam 3 hari berturut-turut sejak 9 April 2020. Dari awalnya ada 3 kasus positif, kini per 11 April 2020 total sudah ada 8 kasus.
Peta sebaran covid-19 di Lumajang
Peta sebaran covid-19 di Lumajang
Kasus positif keempat, seorang pria berinisial SP berusia 62 tahun. Warga Kecamatan Tempeh itu meninggal, Senin (6/4/2020), ketika masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Hasil tes swapnya baru diketahui setelah meninggal dan terkonfirmasi positif.

Kasus positif kelima, seorang pria berinisial SR berusia 57 tahun, warga Kecamatan Sumbersuko. Kini dia masih menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang. SR mulai masuk rumah sakit sejak 1 April 2020 dan saat itu berstatus PDP.

Ia adalah warga Lumajang yang bekerja di Surabaya. “SR adalah ASN (Aparatur Sipil Negara) di salahsatu institusi di Surabaya. Saat ini beliau di RSUD dr. Haryoto,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.

SR diketahui mengalami gejala Covid-19 ketika pulang ke keluarganya di Lumajang beberapa waktu lalu. “Ketika dilakukan pemeriksaan, dilakukan swap ternyata positif,” ucap Thoriq, Kamis (9/4/2020) malam.

Kasus positif keenam, adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lumajang. Inisial AL, usia 47 tahun, warga Kecamatan Pasirian. Ia terkonfirmasi positif setelah mengikuti Pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 9-18 Maret 2020.

“Di Jawa Timur banyak peserta TKHI di Asrama Haji Sukolilo yang menjadi positif Corona. Di hampir semua kabupaten/kota di Jawa Timur,” kata Thoriqul Haq, Jumat (10/4/2020) malam di Pendopo Arya Wiraraja.

Kasus positif ketujuh, berinisial R, usia 49 tahun, warga Kecamatan Sukodono. Ia sudah meninggal pada 9 April 2020 juga ketika masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). “Hari ini baru kita terima hasil tes swap-nya, inisial R dinyatakan positif,” kata Thoriq, Sabtu (11/4/2020) malam.

Lanjut bupati, R merupakan pekerja swasta. Dari penelusuran Dinas Kesehatan, R mengaku tidak pernah berpergian ke luar kota. Dia sebelumnya hanya melakukan aktifitas sebagai pekerja seperti biasanya. Namun R memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

Sedangkan kasus kelelapan, juga warga dari Kecamatan Sukodono, berinisial TLE. Ia berusia 46 tahun dan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Lumajang. TLE juga pernah mengikuti Pelatihan TKHI di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Setelah kembali dari pelatihan tanggal 18 Maret itu, langsung melakukan isolasi mandiri. Namun saat ini dalam kondisi sehat,” ucap bupati.

Sementara untuk jumlah PDP, dari update terakhir kini berjumlah 6 pasien. Untuk orang dalam pengawasan (ODP) ada 241 orang. (fit)