ASN Lumajang Positif Covid-19 Setelah Ikuti Pelatihan di Surabaya

Peta sebaran Covid-19 di Lumajang. (*)
Lumajang, Motim - Jumlah positif Covid-19 di Lumajang bertambah menjadi 6 kasus. Satu pasien tambahan adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lumajang. Ia terkonfirmasi positif setelah mengikuti pelatihan di Surabaya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengumumkan, pasien tersebut berinisial AL, usia 47 tahun. Warga Kecamatan Pasirian itu menjadi peserta Pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Pelatihan itu digelar pada 9-18 Maret 2020.

"Di Jawa Timur banyak peserta TKHI di Asrama Haji Sukolilo yang menjadi positif Corona. Di hampir semua kabupaten/kota di Jawa Timur," kata Thoriqul Haq ketika pers rilis di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (10/4/2020) malam.

Dari Lumajang ada 10 peserta yang mengikuti pelatihan itu. Diantaranya 4 orang dari Kementerian Agama Lumajang dan 6 dari tenaga kesehatan Pemkab Lumajang. "Semua peserta pulang ke Lumajang pada 18 Maret 2020," ucap bupati.

Setelah pulang dari pelatihan, AL mulai masuk kerja lagi pada 23 Maret 2020. Namun kondisi tubuhnya tidak sehat. "Ia mengeluh demam, batuk, dan pilek. Dan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri," lanjut bupati.

Pada 25 Maret 2020, AL periksa di RSUD Pasirian. Ia langsung menjalani rawat inap. Sehari setelahnya, dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang pada 26 Maret 2020 dan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

"Pada 26 Maret 2020 dilakukan rapid test dan dinyatakan negatif," kata Thoriq. Kemudian kondisinya membaik, sehingga pada 30 Maret 2020 Ia diperbolehkan pulang dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Yang bersangkutan melakukan kontrol pada 6 April 2020. Sekaligus dilakukan rapid test bersama dengan 9 peserta Pelatihan TKHI asal Lumajang. Ternyata dari rapid test dinyatakan positif.

"Saat itu juga dilakukan tes swab pada AL untuk kita serahkan pada balai besar di Surabaya. Kemudian tanggal 10 April hasil swab dinyatakan positif," tegas bupati. Namun bupati menyebut, kondisinya saat ini membaik. Ia masih menjalani isolasi di rumah sakit.

Thoriq menambahkan, total peserta pelatihan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada waktu itu ada 415 orang. Terdiri dari 166 pemandu haji dan 249 tenaga kesehatan haji. Mereka berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Diduga penularan Covid-19 itu dari narasumber dalam pelatihan itu. Karena Thoriq menyampaikan, ada narasumber yang terindikasi mengalami gejala Covid-19. "Dan hasilnya swabnya dinyatakan positif," ungkapnya.

Menurut bupati, saat ini ada sejumlah peserta pelatihan dari sejumlah daerah di Jatim yang juga dinyatakan positif. "Bahkan ada di 2 kabupaten yang dinyatakan meninggal dunia," pungkasnya.

Update terakhir kasus Covid-19 di Lumajang per 10 April 2020, ada 6 positif. Satu diantaranya meninggal dunia. Kemudian jumlah PDP ada 15 orang dan 240 orang dalam pemantauan (ODP). (fit)