Bantuan Beras ‘Ngeramut Tonggo’ Masih Fokus di Zona Merah

Lumajang, Motim - Bantuan beras dari program ‘Ngeramut Tonggo’ sudah mulai didistribusikan ke warga terdampak Covid-19. Tiap kepala keluarga (KK) mendapat 1 zak beras 5 kilogram. Namun sementara ini, bantuan tersebut masih difokuskan di kecamatan yang masuk zona merah. Pada Senin (13/4/2020), bantuan sudah digelontorkan ke 6 kecamatan.
Pendistribusian beras untuk warga terdampak Covid-19
Pendistribusian beras untuk warga terdampak Covid-19
Kepala Dinas Sosial Lumajang, Dewi Susiyanti menyampaikan, untuk Kecamatan Kedungjajang ada 1.264 zak atau 6,32 ton. Sukodono 1.896 zak atau 9,48 ton. Randuagung 2.014 zak atau 10,07 ton. Tempeh 2.050 zak atau 10,25 ton. Pasirian 1.339 zak atau 6,69 ton. Dan Sumbersuko 1.430 zak atau 7,15 ton. Jika ditotal ada 9.993 zak atau 49,96 ton.

“Yang kita keluarkan yang untuk (kecamatan) zona merah saja kemarin (13 April 2020),” katanya pada Memo Timur, Selasa (14/4/2020).

Sebelumnya, pihaknya juga telah mendistribusikan 342 zak atau 1,71 ton untuk para pedagang kaki lima (PKL) susuai data dari Dinas Perdagangan. Saat ini stok bantuan di Gor Wira Bhakti yang menjadi gudang bantuan ‘Ngeramut Tonggo’ tersisa sekitar 700 zak atau 3,5 ton.

“Sekitar 700 zak, ada pemasukan untuk hari ini,” ucap Dewi.

Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan menyalurkan bantuan untuk tukang becak, PKL, dan profesi yang membutuhkan lainnya. Tinggal menunggu data dari dinas-dinas terkait. “Datanya masih di dinas-dinas terkait,” lanjutnya.

Menurutnya bantuan beras juga akan didistribusikan untuk kecamatan lainnya yang masuk zona merah muda dan kuning. “Kita masih menunggu pendataan terakhir tanggal 15. Datanya masih belum masuk,” jelas Dewi.

Ia menambahkan, untuk kecamatan zona merah pun bantuannya masih belum merata. Karena pihak kecamatan masih melakukan penambahan untuk warga yang berhak dapat. “Zona merah pun masih belum semuanya. Pak Camat masih nambah (data) lagi. Datanya masih belum final,” ujarnya.

Dewi menegaskan, bantuan beras yang terkumpul di Gor Wira Bhakti ini bukan dari Pemkab Lumajang. “Ini dari masyarakat untuk masyarakat,” ucapnya. Termasuk juga dari para pengusaha di Lumajang. Sementara beras dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang juga masih belum masuk. (fit)