Blokade Jalan, Warga Tuntut PG Jatiroto Aspal Jalan

warga saat memasang tiang besi
warga saat memasang tiang besi
Lumajang, Motim - Puluhan warga Dusun Kidul Sawah, Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, pada Rabu (29/4/2020), sore melakukan aksi penutupan jalan makadam sepanjang 600 meter menuju area tebu milik masyarakat setempat, juga area tebu milik PG Jatiroto.


Jalan tembus menuju Desa Gedang Mas, Kecamatan Randuagung tersebut ditutup, warga menuntut agar PG Djatiroto selaku pemilik lahan tebu seluas 280 Hektar segera mengaspalnya.

Salah satu perwakilan warga bernama Iksan menuturkan, bahwa kondisi jalan ini awalnya jalan tanah sempit dan naik turun. Jika musim hujan licin dan susah dilalui oleh sepeda motor.

Kondisi jalan itu mendapat respon dari pemerintah Desa Tunjung kemudian dibangun menjadi jalan makadam. Bahkan warga pemilik tanah kanan kiri jalan itu merelakan tanah tegalnya 1 meter dikepras untuk pelebaran jalan.

Atas kesepakatan itu akhirnya jalan tersebut dibangun menjadi jalan Makadam. Yang semula kondisi jalan naik turun dan licin jika hujan, setelah dibangun makadam jalan menjadi rata dan tidak licin lagi.


Di sekitar jalan yang dibangun makadam selain terdapat lahan pertanian warga seperti tanaman jagung, tebu juga tanaman sayur, juga terdapat lahan tebu milik PG Jatiroto seluas sekitar 60 Hektar.

“Kalau jumlah total lahan tebu milik PG Jatiroto yang ada di wilayah Desa Tunjung sekitar 260 Hektar lebih. Yang ada di blok jalan yang kami tutup sekitar 60 Hektar,” ucap Iksan.

Semula sebelum jalan ini dibangun, musim tebang tebu milik PG Jatiroto diangkut menggunakan lori lewat jalur barat. Semenjak Lori tidak difungsikan, tebangan tebu milik PG Jatiroto diangkut menggunakan truck lewat jalan makadam ini.

Akibat seringnya dilewati truck tebu, beberapa tahun kemudian jalan makadam rusak. “Dulu kami bersama warga melalui pemerintah Desa Tunjung minta agar PG Jatiroto melakukan perbaikan jalan itu agar diaspal. Tapi gak ada respon,” katanya.

Meski tidak ada respon, kala itu dirinya bersama warga memilih diam dan menyerahkan hal itu kepada pemerintah desa. Karena ditunggu hingga beberapa tahun tidak ada perhatian, baik pemerintah Desa Tunjung maupun dari PG Jatiroto terpaksa ditutup.

Menurut Iksan, sudah belasan tahun truck tebu milik PG Jatiroto lewat jalan makadam ini, tapi tidak ada kontribusi. “Kami bersama warga minta PG Jatiroto mengaspal jalan sebagai kontribusi kepada masyarakat Desa Tunjung. Bukan sedikit lahan tebunya, ratusan hektar Mas,” terangnya.

Secara terpisah, anggota DPRD Lumajang dari Fraksi PDIP H. Buari menyampaikan saat dirinya menjabat Kepala Desa Tunjung selama periode pernah menindaklanjuti permintaan warga terkait rusaknya jalan itu ke PG Jatiroto agar jalan tersebut di aspal. Namun tidak mendapat respon positif dari PG Jatiroto.

Karena PG Jatiroto tidak merespon, warga meminta agar pemerintah Desa Tunjung yang melakukan pengaspalan. Dirinya selaku Kepala Desa saat itu menolak dengan pertimbangan karena dikanan kiri jalan itu terbanyak bukan lahan pertanian milik warga, melainkan milik PG Jatiroto.

Warga kecewa, kemudian melakukan aksi menutup jalan itu memasang tiang besi di sejumlah titik agar kendaraan roda empat truck tidak masuk. “Permintaan warga Saya anggap wajar, apalagi sudah belasan tahun truck tebu milik PG Jatiroto lewat jalan makadam itu. Hanya 600 meter yang diminta warga untuk diaspal. Saya selaku wakil rakyat dari fraksi PDIP akan memperjuangkan aspirasi warga ini,” tegasnya.(cho)