Dua Alap Allap Motor Diberondong Timah Panas

Lumajang, Motim - Dua pelaku pencurian dengan pemberatan berupa sepeda motor keok dan menyerah kepada petugas, setelah kedua kakinya sama-sama diterjang timah panas petugas Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang.
Kapolres saat pimpin press release
Kapolres saat pimpin press release
Kedua pelaku yang bernasib apes itu adalah RP (27) dan SA (27) keduanya adalah warga Dusun Tong Maling, Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung.

Keduanya ditangkap Tim Cobra Tangguh di rumahnya masing-masing pada Rabu (15/4) sekira pukul 01.00 WIB.

Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar, S.IK, M.Si melalui Kasubbag Humas, Iptu Catur Budi Bhaskara menuturkan tertangkapnya kedua pelaku itu bermula dari laporan korban bernama Luluk Endang Safitri, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung yang menyampaikan jika sepeda Honda Vario Nopol N 3806 MK milik korban yang tengah diparkir di depan toko Sruni hilang, diduga dicuri maling sesuai LP/6/III/2020 JATIM/RESLMJ/SEK TKN tertanggal 22 Maret 2020.

Atas laporan korban itulah Tim Cobra Tangguh terus melakukan penyelidikan dan diperoleh petunjuk jika RP dan SA sebagai pelakunya. Genap 25 hari kemudian keduanya berhasil ditangkap lengkap dengan barang bukti sepeda motor milik korban yang dicurinya.

“Terpaksa keduanya ditindak tegas secara terukur, karena saat hendak ditangkap berusaha kabur dan melawan petugas,” ucapnya.

Kedua pelaku terus diboyong menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis atas luka tembak pada kakinya tersebut.

Usai dirawat kedua pelaku kemudian digelandang menuju Polres Lumajang untuk menjalani proses pemeriksaan terkait kasus yang menjeratnya.

“Pelaku mengakui perbuatannya itu,” katanya. Pelaku mengambil sepeda motor milik korban yang sedang diparkir di depan toko dengan cara merusak kunci menggunakan kunci T,” terang Catur.

Sepeda motor hasil kejahatannya, oleh pelaku dijual kepada seseorang bernama Salim warga yang sama dan sudah diamankan.

“RP dan SA dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Sedang Salim dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil kejahatan,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pengembangan terhadap sepak terjang kedua pelaku diketahui jika sebelumnya mengaku pernah melakukan aksi yang sama sebanyak 21 Tempat Kejadian Perkara (TKP), 20 TKP di wilayah hukum Polres Lumajang dan 1 TKP di wilayah hukum Polres Jember dengan rincian:

Pertama TKP Desa Tukum, Kecamatan Tekung sepeda motor Honda Vario, kedua depan rumah praktek dokter gigi Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang sepeda motor Yamaha Vixion. Ketiga area parkir Masjid Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono sepeda motor Honda Vario.

Keempat di teras rumah anggota Polri warga jalan Suwandak, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Kota Lumajang sepeda motor Honda Supra 125, ke lima area SPBU jalan Gatot Subroto Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono sepeda motor Yamaha Mio dan Hp merk Samsung, Keenam area parkir hotel cantik Desa Tukum, Kecamatan Tekung sepeda motor Yamaha Mio, ke tujuh di depan ATM BRI Desa Kecamatan, Sumbersuko sepeda motor Honda Beat.

TKP ke delapan dan kesembilan di area parkir pasar malam Desa Gedang Mas, Kecamatan Randuagung sepeda motor Honda Supra 125 dan Honda Beat. Ke sepuluh area parkir padepokan PO Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang sepeda motor yang dicuri Honda Beat, ke sebelas di sekitar taman Toga sepeda motor Yamaha Vixion, ke duabelas area parkir Coffe Jangkir sepeda motor Honda Vario.

Ke tigabelas di area parkir Masjid Desa Klanting, Kecamatan Sukodono sepeda motor Suzuki Sonic, ke empat belas di taman Toga sepeda motor Honda Beat, ke lima belas area parkir pasar Desa Kecamatan Randuagung sepeda motor Yamaha Vega biru, ke enam belas taman Toga sepeda motor Honda Beat.

Ke tujuh belas TKP taman Toga sepeda motor Honda Vario, ke delapan belas depan STKIP sepeda motor Honda Vario, ke sebilan belas TKP Desa Ranulogong sepeda motor Honda Supra ke dua puluh SMP Negeri Kunir sepeda motor Honda Beat, dua satu adalah TKP depan warung bakso jalan Gubernur Suryo embong kembar sepeda Honda Beat.

Dan TKP ke dua puluh dua terjadi di wilayah Desa Sumberbaru, Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember.

“Total beraksi 22 TKP. Ada beberapa nama yang diduga sebagai penadah masih dalam pencarian TM dan Typ,” pungkas Catur. (cho)