GUSDURian Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Lumajang

GUSDURIan membagikan bantuan pada warga Lumajang. (cho)
Lumajang, Motim - GUSDURian Peduli membagikan bantuan paket sembako kepada masyarakat di Kabupaten Lumajang. Diantaranya di desa-desa sekitar Gunung Lemongan, Kecamatan Klakah. Paket bantuan itu berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, mie instan, kecap, biskuit, jamu tolak angin, serta vitamin C.

Koordinator GUSDURian Peduli Lumajang, Riski Rama Duta menyampaikan, bantuan ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat yang kehilangan nafkahnya akibat pendemi Covid-19. Khususnya para pekerja informal yang penghasilannya harian.

"Misalnya buruh harian, penjual makanan keliling, para lansia dan kaum disabilitas yang semakin terpuruk dengan kian meluasnya pandemi ini. Terlebih setelah beberapa kecamatan di Lumajang masuk dalam kategori Zona Merah," ujarnya.

Lanjutnya, bantuan ini diharapkan bisa membantu ekonomi dan kesehatan warga setidaknya untuk seminggu kedepan. Paket bantuan ini berasal dari kerjasama antara GUSDURian Peduli dengan perusahaan jamu ternama di Indonesia.

"Total bantuan yang disalurkan dari hasil kerjasama ini adalah 4000 paket yang disebar di beberapa kota di pulau Jawa melalui posko-posko GUSDURian Peduli yang ada di masing-masing kota/kabupaten," ungkapnya.

“Bantuan ini kami salurkan by name by address. Jadi kami antarkan langsung ke rumah penerima manfaat. Kami tidak mengumpulkan orang untuk datang ke Posko agar tidak terjadi kerumunan yang berpotensi penularan virus," ujar Riski.

A’ak Abdullah Al-Kudus, Ketua Nasional GUSDURian Peduli yang kebetulan juga warga Lumajang, mengapresiasi kerja-kerja para relawannya di lapangan yang sudah sebulan lebih mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan.

“Saya berharap gerakan Saling Jaga Hadapi Corona yang dicetuskan oleh GUSDURian Peduli bisa sinergis dengan program-program pemerintah di masing-masing daerah, contohnya program Ngramut Tonggo di Kabupaten Lumajang,” katanya.

“Pada situasi seperti ini sudah seharusnya kita semua harus saling menguatkan. Karena kita tidak pernah tahu kapan pandemi ini akan berakhir," pungkasnya. (cho/fit)