Karantina Terpadu 14 Hari Belum Diputuskan Kapan Diterapkan

Lumajang, Motim - Rencana karantina terpadu selama 14 hari bagi pemudik atau pendatang dari luar kota masih belum diputuskan kapan mulai diterapkan. Sempat beredar di media sosial 8 April 2020 mulai diberlakukan. Namun Ketua Gugus Tugas Covid-19 Lumajang, Agus Triyono membantah hal itu.
Sekda sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Lumajang, Agus Triyono
Sekda sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Lumajang, Agus Triyono
“Belum. Kita belum memutuskan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang tersebut pada wartawan, Rabu (8/4) pagi.

Saat ini, rencana tersebut masih terus dalam pembahasan. Pembahasannya juga melibatkan jajaran lain. “Mungkin dalam satu-dua hari ini akan dirapatkan dengan Forkopimda (Forum Pimpinan Daerah) lagi. Masih kita matangkan,” lanjutnya.

Rencana itu perlu dimatangkan, karena harus ditentukan bagaimana mekanisme karantina terpadu yang akan ditempatkan di Sekolah Unggulann Terpadu (SUT). “Tata caranya bagimana, pengaturannya, itu sedang kita konsep. Bagaimana nanti aplikasinya di lapangan,” jelas Agus.

Bahkan Pemkab Lumajang punya 3 opsi karantina bagi pemudik yang datang. Selain karantina terpadu, alternatif lainnya adalah karantina mandiri dan karantina terbatas. Karantina mandiri dilakukan di rumah masing-masing. “Karantina tebatas nanti di tempat-tempat tertentu,” ujarnya.

Sekda menambahkan, rencana karantina bagi pemudik ini akan diberalakukan, demi mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi menurutnya, pemerintah pusat sudah menghimbau agar warga tidak mudik tahun ini.

“Termasuk himbauan dari bupati, kapolres, dandim, dan wakil bupati. Agar warga Lumajang tidak mudik,” pungkasnya. (fit)