Karyawan BMT Sidogiri Diduga Berkelahi, Satu Orang Meninggal

Lumajang, Motim - Diduga terlibat perkelahian, dua karyawan Koperasi BMT Sidogiri yang berkantor di jalan raya Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro dilarikan ke Rumah Sakit Pasirian, Rabu (18/4/2020).
Kapolsek Candipuro AKP Sajito, SH
Kapolsek Candipuro AKP Sajito, SH
Dua karyawan itu berinisial DM mengalami luka robek pada bagian kepalanya dan satunya lagi bernama MA meninggal dunia dan sudah dibawa pulang oleh keluarganya ke rumah duka di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Kapolsek Candipuro, AKP Sajito, SH menuturkan begitu menerima laporan atas kejadian itu pihaknya terus berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Lumajang dan bersama-sama mendatangi lokasi kejadian.

Di sana pihaknya langsung melakukan proses olah tempat kejadian perkara diketahui dalam ruangan itu triplek pembatas ruangan rusak seperti bekas orang berkelahi dan di sekitar itu ditemukan sepotong besi dan dari dalam kamar mandi ditemukan 1 buah botol berisi cairan pembersih lantai.

“Ada salah satu saksi mengatakan yang memegang potongan besi itu adalah Arifin,” ungkap Sajito.

Untuk memastikan kejadian yang sebenarnya, pihaknya kemudian croscek pada kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang dalam lokasi kejadian. Namun, setelah dibuka dalam CCTV tersebut sudah terhapus. “Dalam CCTV tidak ada file. Kayaknya sudah terhapus,” ungkapnya lagi.

Kapolsek Candipuro juga menyampaikan pihaknya akan terus mendalami berharap memperoleh petunjuk guna mengungkap kejadian yang sebenarnya.

Menurut keterangan tim medis Rumah Sakit pada tubuh korban MA tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Waktu tiba di Runah sakit Arifin muntah-muntah.

Meski sudah mendapat perawatan tim medis, kondisinya terus menurun tak lama kemudian meninggal dunia. Sedang DM masih tetap menjalani rawat inap atas luka di kepalanya itu.

Sample muntah korban akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim guna mejawab penyebab kematiannya.

Apakah keduanya berkelahi pihaknya belum berani menyimpulkan. “Minim saksi pada CCTV juga terhapus. Masih kami dalami kok siapa tau dapat petunjuk baru supaya terungkap yang sebenarnya,” pungkasnya.(cho)