MUI Himbau Mushalah/Masjid di Kecamatan Zona Merah Tak Gelar Tarawih

Lumajang, Motim - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lumajang menghimbau masyarakat di kecamatan zona merah di Lumajang untuk tak melaksanakan shalat terawih di mushalah atau masjid. Hal ini demi mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Sekretaris Umum MUI Lumajang, Sarwadi
Sekretaris Umum MUI Lumajang, Sarwadi
Saat ini ada 7 kecamatan yang masuk kategori zona merah. Diantaranya Kedungjajang, Randuagung, Sukodono, Lumajang, Sumbersuko, Tempeh, dan Pasirian.

Sekretaris Umum MUI Lumajang, Sarwadi menyampaikan, himbauan yang disampaikan mengacu pada fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI pusat. “Tinggal pelaksanaannya seperti apa di masyarakat. MUI hanya menyiapkan langkah kongkrit,” ucapnya, Kamis (23/4/2020).

Lanjutnya, ketika pademi saat ini, masyarakat memang harus menyesuaikan pelaksanaan ibadah. “Jangan sampai komunitas di masjid atau di mushalah terkena Covid-19,” ucapnya pada wartawan ketika ditemui di kantornya.

Menurutnya, himbauan dari MUI juga sifatnya kondisional. “Kalau himbauan MUI demikian. Itu pun kondisional, tergantung masyarakat dan takmir sekitar. Jika di sekitarnya ada yang positif, sebaiknya dihindari,” ungkapnya.

Namun jika masyarakat tetap melaksanakan shalat tarawih, maka harus mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Termasuk juga untuk kegiatan keagamaan lainnya selama bulan Ramadhan, seperti tadarusan.

“Diantaranya harus pakai masker, penyemprotan disinfektan, tak jabat tangan, dan dipercepat,” jelasnya. (fit)