Rencana Karantina 14 Hari Mungkin Bisa 'Dibatalkan', Diganti Isolasi Mandiri di Rumah

Lumajang, Motim - Pemkab Lumajang merencanakan karantina 14 hari bagi pemudik atau pendatang dari luar kota, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sekolah Unggulan Terpadu (SUT) dipilih menjadi tempat karantina. Namun rencana itu bisa saja dibatalkan. Diganti menjadi isolasi mandiri di rumah sendiri.
Salahsatu bangunan di SUT yang direncanakan menjadi tempat karantina
Salahsatu bangunan di SUT yang direncanakan menjadi tempat karantina
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan, pihaknya terus melakukan pembahasan mengenai karantina atau isolasi tersebut. Karena pilihannya, karantina secara terpadu atau isolasi mandiri.

“Mungkin saja nanti pada posisi keputusan akhirnya, adalah harus melakukan isolasi di rumah. Bisa saja itu terjadi. Ini kami terus dalam pembahasan. Saya juga meminta banyak saran pada masyarakat terkait dengan ini semuanya,” katanya melalui siaran langsung di akun facebooknya, Selasa (7/4) pagi.

Namun jika keputusannya isolasi mandiri di rumah, Thoriq menegaskan, harus ada yang menjamin orang tersebut benar-benar melakukan isolasi. “Tapi dengan jaminan itu tadi, siapa yang bisa melakukan jaminan kalau nanti keputusannya adalah isolasi di rumah,” ujarnya.

Namun bupati belum yakin, isolasi mandiri itu dilakukan oleh pemudik atau pendatang dari luar kota. “Apakah memungkinkan, orang yang ada di desa itu betul-betul melakukan hal-hal yang tadi itu standarnya isolasi mandiri, Saya tidak yakin itu,” ucapnya.

“Begitu isolasi mandiri di desa, di rumahnya, terus tidak keluar rumah, tidak yakin Saya. Pasti keluar rumah, pasti bersama yang lain, bertemu saudara yang lain. Kalau dia tidak keluar rumah, saudara yang lain akan keluar atau akan datang ke rumah yang mudik tadi. Dia akan mengobrol, apakah pakai masker, belum tentu. Kecuali dia sendiri di kamar,” lanjutnya.

Saat ini Pemkab Lumajang terus mempersipkan SUT menjadi tempat karantina terpadu. SUT dipilih karena dinilai tempat paling representatif. Di sana ada bangunan 4 sekolah. Yakni SMPN 1 Lumajang, SMAN 2 Lumajang, SMKN 1 Lumajang, dan SDN Tompokersan 03.

“Jadi satu area, parkirnya luas, ruang kelasnya banyak. Ini paling representatif,” ungkapnya. (fit)