Update Corona: 3 Positif, 14 PDP, dan 194 ODP

Lumajang, Motim - Peta sebaran Covid-19 di Lumajang nampaknya terus meluas. Dibandingkan minggu lalu, ada peningkatan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan yang positif, dari update terakhir, masih tetap 3 orang.
Peta Sebaran Covid-19 di Lumajang
Peta Sebaran Covid-19 di Lumajang
Data terakhir yang dikeluarkan oleh Pemkab Lumajang, per 4 April 2020 pukul 7 malam, ada peningkatan jumlah PDP menjadi 14 orang. Kemudian ODP ada 194 orang. Sedangkan positif, tak ada penambahan dari minggu lalu.

Dari 21 kecamatan, 3 diantaranya masuk dalam zona merah dan 6 masuk dalam zona potensi merah. Zona merah adalah kecamatan yang terdapat warga positif Corona. Diantaranya Kecamatan Sukodono, Kedungjajang, dan Randuagung.

Untuk zona potensi merah adalah kecamatan yang terdapat warga PDP. Diantaranya Kecamatan Lumajang, Tekung, Tempeh, Pasirian, Pasrujambe, dan Pronojiwo. Sementara ODP, merata ada di semua kecamatan.

Dibandingkan data minggu lalu, per 29 Maret 2020, ada 3 positif, 8 PDP, dan 104 OPD. Artinya ada penambahan 6 orang PDP dan 90 ODP. Dari jumlah PDP yang terdata, ada 1 diantaranya yang meninggal dunia. Namun dinyatakan negatif Corona.

Sejauh ini, sudah banyak upaya yang dilakukan oleh semua pihak untuk menekan penyebaran Covid-19 di Lumajang. Seperti penyemprotan disinfektan secara masif, penyediaan tempat cuci tangan di tempat umum, hingga adanya pembagian masker dan hand sanitizer gratis.

Tak hanya itu, upaya penanggulangan dampak Covid-19 juga sudah dilakukan. Bantuan terus mengalir kepada warga. Khususnya warga miskin. Karena diketahui, pandemi Corona juga membuat roda perekonomian masyarakat tersendat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lumajang pun telah mengeluarkan maklumat peniadaan shalat Jum’at di kecamatan yang masuk zona merah dan potensi zona merah. Dikhawatirkan, terjadi penularan Covid-19 saat kerumunan shalat jum’at.

“Maka perlu untuk daerah penyebaran Covid-19 yang mengancam jiwa, maka umat Islam tidak boleh menunaikan shalat Jum’at di daerah itu. Sampai waktu normal lagi,” kata Ketua MUI Lumajang, KH. Achmad Hanif pada sejumlah wartawan.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang juga merelokasi dana zakat yang sedianya akan dibagikan pada bulan Ramadhan sebesar Rp 1 miliar. “Namun akan kita buat untuk mengatasi dampak Corona pada ekonomi warga miskin,” ucap Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi.

Langkah ini diambil oleh pihaknya, mengingat saat ini tak sedikit masyarakat, khususnya pekerja informal yang terganggu perekonomiannya. “Banyak masyarakat yang perekonomiannya mandek. Seperti para penjual makanan di sekolah, kan libur sekolah,” pungkasnya. (fit)