Wabup: Rencana Karantina Pemudik di SUT Masih Didiskusikan

Lumajang, Motim - Pemkab Lumajang berencana memberlakukan karantina bagi pemudik dari luar kota. Mereka akan dikarantina selama 14 hari di Sekolah Unggulan Terpadu (SUT). Namun rencana ini menuai kritik, karena pemudik harus mengeluarkan biaya sendiri selama karantina itu.
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati menjelaskan, rencana itu masih dalam pembahasan. Karena standar operasional prosedur (SOP) harus ditetapkan terlebih dulu. Menurutnya, pembahasan itu harus dilakukan secara matang sebelum diterapkan.

“Ini kita sedang dalam proses berdiskusi terkait kesiapan itu. Ini didiskusikan sematang mungkin, kita akan terus merancang bagaimana SOP karantina 14 hari itu,” ucapnya, Senin (6/4) pagi.

Namun Indah menghimbau kepada masyarakat Lumajang yang berada di luar daerah agar tidak mudik. Hal ini demi menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga. “Kalau menyayangi keluarga jangan mudik,” himbaunya.

Selanjutnya, di setiap pintu perbatasan akan dijaga secara ketat. Sehingga para pemudik dari luar kota, akan terdeteksi. Kemudian dibawa ke tempat karantina. “Di setiap akses masuk ke Lumajang itu kita jaga,” ujarnya.

Ditanya apakah kebijakan ini bisa berubah sebelum lebaran tiba, menurutnya kemungkinan itu bisa terjadi. “Kita lihat situasi dan kondisi. Tapi prediksi dari tokoh kesehatan dan ahlinya, puncak penyebaran (Covid-19) pada April-Mei,” pungkasnya. (fit)