ABG Diperkosa Ayah Tirinya

Lumajang, Motim - Seorang gadis bernama Melati (14), nama samaran, asal Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, bernasib malang. Betapa tidak Melati menjadi korban pelampiasan nafsu bejat ayah tirinya.
Ilustrasi
Ayah tirinya yang diduga memperkosa Bunga itu berinisial SNT, asal Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Kini kasusnya sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lumajang.

Kusnadi, paman Melati saat ditemui Memo Timur di rumahnya beberapa hari kemarin menyampaikan perbuatan tak terpuji SNT bermula saat Melati yang kala itu berada di pondok dijemput pelaku dengan alasan ibunya sakit.

Pihak pondok pun mengijinkan, kemudian Melati pulang bersama pelaku dengan mengendarai sepeda motor. Menurut korban, di tengah perjalanan tepatnya tengah hutan, tiba-tiba berhenti lalu memaksa korban untuk melakukan perbuatan layaknya suami istri.

Tentu korban menolak. Pelaku yang sudah kerasukan setan terus memperkosanya. Usai melampiaskan nafsu bejat, pelaku mengajak pulang dan bertemu dengan ibunya.

“Ayah tirinya itu sempat memgancam Melati mau diapakan gitu, intinya agar tidak ngomong ke ibunya apa yang telah diperbuatnya,” tutur Kusnadi.

Empat belas hari kemudian dirinya, kata Kusnadi menerima telepon dari pengurus pondok menyampaikan agar Melati untuk segera dikembalikan ke pondok karena persiapan untuk ujian. “Saya jemput Melati ke Tengger sana terus Saya antar ke Pondok Mas,” katanya.

Dirinya melihat ada yang aneh pada Melati, khawatir terjadi sesuatu. Empat belas hari kemudian, tepatnya usai ujian dirinya datang ke pondok untuk membawa pulang Melati dan diijinkan.

Setiba di rumah, dirinya bersama keluarga merayu Melati supaya mengatakan yang terjadi. Awalnya Melati enggan bercerita apa yang menimpanya. Setelah sekian jam dibujuk, akhirnya Melati buka mulut dan ngomong jika telah digitukan oleh ayah tirinya.

“Saya mendengar cerita Melati kaget dan marah. Setelah rundingan dengan keluarga lalu Saya laporkan ke Polres Lumajang sesuai surat itu Mas,” ujarnya.

Dengan laporan itu kata Kusnadi, diharapkan supaya pelaku yang tak lain ayah tiri Melati untuk diproses hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya bersama keluarga tidak terima Melati digitukan. Demi tegaknya hukum yang adil, Saya minta pelaku diproses hukum biar kapok,” harapnya.

Sementara itu Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lumajang, Ipda Irdani Isma, SH via teleponnya mengatakan kasus itu sudah ditangani, sekarang masih dalam lidik. “Masih lidik saksi,” tegasnya.(cho)