Belum Terima BPNT, Warga Sombo Gucialit Protes ke Dinsos

Lumajang, Motim - Puluhan warga Desa Sombo, Kecamatan Gucialit mendatangi kantor Dinas Sosial. Mereka melayangkan protes, karena haknya sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih belum diberikan.
Warga mendatangi kantor Dinas Sosial Lumajang
Warga mendatangi kantor Dinas Sosial Lumajang
Warga menyampaikan, dana bantuan BPNT yang dijanjikan sejak tahun 2019 hingga 2020 belum turun. Mereka sebelumnya sudah menanyakan hal ini pada pendamping BPNT setempat yang bernama Win.

“Ketika tanya ke Pak Win terkait kartu ATM, Pak Win menjawab sudah kobong (hangus),” ujar salahsatu warga yang enggan disebutkan namanya.

Di sana, warga yang mendapatkan dana bantuan tersebut berjumlah 29 kepala keluarga (KK). Namun ketika pembagian dana BPNT kemarin, hanya 2 KK saja yang mendapatkan bantuan tersebut.

Ia menegaskan, dulu pernah dikasih kartu ATM oleh pemerintah. Namun pendamping mengambil kembali, dengan alasan berjanji akan mendapat beras. “Hingga saat ini kartu ATM belum dikembalikan,” ucapnya.

Tak hanya itu, Ia mengaku, pendamping pernah mengatakan, dari dana BPNT akan dipotong Rp 5 ribu per KK untuk biaya operasionalnya. “Biaya Rp 5 ribu tersebut katanya untuk dibuat beli solar. Bolak balik butuh biaya,” katanya.

Sementara Kasi Penanganan dan Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Lumajang, Nira Fitri Aviana mengatakan, dirinya dengan pihak atasannya sudah melakukan koordinasi. “Dari pihak kami dan juga atasan sepakat akan memanggil pendamping tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, tidak bisa pihak dinas mendengarkan satu pihak. Dalam kasus ini akan dimintai keterangan dari berbagai pihak. “Untuk dana BPNT ini bentuknya sembako dan sudah ada program tersebut sejak 2019,” terangnya.

Dana BPNT pada 2019, setiap KK mendapat jatah Rp 110 ribu. “Namun sejak 2020 dana tersebut bertambah menjadi Rp 150 ribu namun dalam bentuk sembako bukan tunai,” pungkasnya. (fit)