Curi 16 Ekor Ayam Petani Masuk Penjara

Lumajang, Motim - Seorang petani bernama Mattosan alias Sunoto (48), warga Dusun Karangrejo, Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, pada Minggu (3/5/2020), digiring ke Polsek Gucialit, karena diduga mencuri ayam milik Nami (50), warga Dusun Karangsejati, Desa/Kecamatan yang sama.
Pelaku saat menunjukkan ayam yang dicurinya
Pelaku saat menunjukkan ayam yang dicurinya
Kapolsek Gucialit, Iptu Joko Tryono kepada Memo Timur menerangkan bahwa pada Sabtu (2/5/2020), pihaknya mendapat laporan dari korban jika kandang ternak ayam bangkok miliknya dibobol maling. Sedikitnya ada 16 ekor ayam yang terdiri dari 9 ayam betina dan 7 ayam pejantan.

Akibat perbuatan maling tersebut, korban mengaku merugi sebesar Rp. 2.820.000 (Dua Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah). “Korban mengetahui kandang ayamnya dibobol maling Sabtu pagi, sekira pukul 05.30 Wib,” kata Kapolsek.

Atas laporan itu dirinya berikut Kanit Reskrim dan anggota lain mendatangi lokasi kejadian terus melakukan proses olah tempat kejadian perkara juga untuk mengumpulkan keterangan dari saksi korban kemudian dilanjutkan ke proses penyelidikan.

Dasar lagi beruntung, belum genap 1x24 jam pihaknya memperoleh petunjuk yang mengarah kepada Mattosan sebagai pelakunya. Pihaknya pun terus mencari keberadaan Mattosan dan berhasil diamankan berikut barang bukti beberapa ayam yang dicurinya pada Minggu (3/5/2020), sekira pukul 14.00 WIB.

“Pelaku kami tangkap di rumahnya lengkap barang bukti hasil curiannya. Proses penangkapan kami dibantu Kepala Desa juga stafnya,” tuturnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku berikut BB diboyong ke Polsek Gucialit. Di hadapan penyidik, pelaku mengakui perbuatannya tersebut. Tapi kata pelaku dirinya tidak melakukan sendirian, melainkan dibantu seorang temannya bernama Yusuf asal Desa Merakan, Kecamatan Padang.

Usai menjalani pemeriksaan Mattosan terus dijebloskan ke rumah tahanan Polsek Gucialit dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian.

“Yusuf masih dalam pencarian dipastikan segera tergaet. Dihimbau supaya segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas,” ungkapnya.(cho)