Fardhan Bocah Penderita Hidrosefalus, Dapat Bantuan Baznas Lumajang

Kondisi Fardhan, bocah penderita hidrosefalus. (baz)
Lumajang, Motim - Namanya Fardhan. Bocah berusia 10 tahun itu tak seberuntung anak-anak lainnya. Ia menderita hidrosefalus sejak lahir. Suatu penyakit yang disebabkan penumpukan cairan di rongga otak. Sehingga membuat ukuran kepalanya membesar.

Fardhan kini tinggal bersama orangtuanya di Desa Denok Kecamatan Lumajang. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang telah mengunjunginya dan memberikan bantuan, Kamis (28/5/2020).

Ketika didatangi, Fardhan hanya terbaring di tempat tidurnya. Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi menyampaikan, Fardhan sebenarnya sudah menjalani berbagai pengobatan. Namun masih belum ada hasilnya.

"Untuk kasus penyakit tersebut, upaya operasi bisa dilakukan jika usia anak harus di bawah satu tahun," katanya pada Memo Timur, Jumat (29/5/2020).

Namun operasi tak bisa dilakukan pada waktu itu. Alasannya pihak keluarga tak memiliki cukup biaya. "Pada waktu itu memang orang tuanya terkendala biaya operasi," lanjutnya.

Baznas berkunjung ke rumah Fardhan bersama Ketua TP PKK Lumajang Farin Thoriqul Haq, Camat Lumajang, Kepala Desa Denok, serta Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang Ali Muslimin.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Ali Muslimin yang memberikan informasi kami, bagi warga yang menderita sakit tersebut," ujar Atok.

Usai kunjungan itu, diharapkan Fardhan bisa kembali menjalani perawatan. "Direkomendasikan diadakan pemeriksaan lanjutan untuk ananda Fardhan," pungkasnya. (fit)