Hindari Membludaknya Pembeli, Jam Operasional Toko Modern Diperpanjang

Lumajang, Motim - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, jumlah pengunjung toko modern, khususnya pusat perbelanjaan mengalami peningkatan signifikan. Bahkan sempat beredar foto antrean pembeli yang berjubel dan mengabaikan protokol pencegahan Covid-19.
Pusat perbelanjaan di Lumajang
Pusat perbelanjaan di Lumajang
Sebelumnya, sudah ada kebijakan jika toko modern wajib tutup pukul 4 sore. Sehingga masyarakat banyak mendatangi pusat perbelanjaan sebelum itu. Namun kebijakan tersebut akhirnya dirubah. Jam operasional toko modern akan diperpanjang. Guna mengurai jumlah pembeli yang datang.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menjelaskan, ketika ada perpanjangan jam operasional, pihak toko modern harus melaksanakan langkah-langkah atau protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

“Penggunaan masker bagi karyawan dan para pembelinya, jaga jarak di lingkungan pertokoan dan menyediakan tempat cuci tangan di tempat masing-masing pertokoan,” jelasnya.

Pihaknya akan memberikan fasilitas kepada toko dan mall di persekitaran jalan besar Kabupaten Lumajang. Yakni menambah penjagaan yang bertugas untuk mendisiplinkan pengunjung atau pembeli dalam tata cara pencegahan corona.

“Kita akan memfasilitasi, untuk nanti dijaga TNI dan Polri agar menjamin orang yang ada di dalam toko terjaga kapasitasnya dan orang yang ada di luar toko juga terjaga agar tidak serta merta masuk tanpa ada penjagaan,” jelasnya.

Lanjutnya, jika terdapat toko atau mall yang tidak melakukan komitmen dalam pencegahan wabah virus Corona, maka Pemkab. Lumajang akan melakukan tindakan tegas. “Bisa jadi untuk sementara, pertokoan yang melanggar dari komitmen itu akan ditutup,” tegas bupati.

Anggota Komisi B dan Dinas Perdagangan Lumajang pun sudah melakukan sidak, Senin (18/5/2020) ke salahsatu pusat perbelanjaan. Hasilnya, protokol pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan masih belum maksimal.

“Seperti kita lihat, hanya ada 2 tempat cuci tangan saja. Seharusnya di toko sebesar itu minimal ada 10 tempat cuci tangan,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan Lumajang, Aziz Fahrurrozi.

Sementara untuk penggunaan masker, antrean pembeli, menurutnya sudah bagus sejauh ini. Pembeli yang tak pakai masker dilarang masuk. “Untuk antrean sudah ada pembatasnya, harus ada jarak 1 meter antar pembeli,” ucapnya.

Kemudian, jumlah pengunjung yang ada di dalam juga harus dibatasi. “Kalau di sana, maksimal ada 250 pembeli, jadi yang lainnya menunggu dulu di luar. Jika ada yang sudah selesai dan keluar, baru boleh bergantian masuk,” terangnya.

Sementara untuk di toko modern lainnya, jumlah maksimal pembeli yang boleh berada di dalam, masing-masing toko menyesuaikan. “Masing-masing toko tentunya beda. Jadi menyesuaikan,” pungkasnya. (fit)