Kisruh BPNT Sombo, Dinsos Akan Cek Data Transaksi

Lumajang, Motim - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sombo, Kecamatan Gucialit terjadi kekisruhan. Puluhan penerima manfaat tak mendapatkan haknya pada 2019 dan 2020. Mereka pun sudah melayangkan protes ke Dinas Sosial.
Warga mendatangi kantor Dinas Sosial
Warga mendatangi kantor Dinas Sosial
Sebelumnya, warga sudah menanyakan hal ini pada pendamping BPNT setempat yang bernama Win. Namun karena jawabannya kurang memuaskan dan tak ada solusi, akhirnya mereka mendatangi kantor Dinsos Lumajang.

Kasi Penanganan dan Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Lumajang, Nira Fitri Aviana saat dikonfirmasi, menyampaikan persoalan sudah ditangani. Rencananya, pada Kamis (14/5/2020), pihak terkait akan dipanggil ke Kecamatan Gucialit untuk dilakukan klarifikasi.

“Sebenarnya kita ingin ikut gabung dalam kesempatan itu. Namun karena di hari itu kita sudah ada jadwal kegiatan lainnya, akhirnya kita tidak bisa ikut,” katanya saat ditemui sejumlah wartawan di kantornya.

Namun Dinsos akan meminta klarifikasi sendiri kepada pihak terkait nantinya. “Setelah selesai di sana, kita juga berencana memanggil pihak terkait untuk melakukan klarifikasi,” jelas Nira Fitri Aviana.

Lanjutnya, pihaknya juga akan meminta semua data penerima yang belum mendapat BPNT. Kemudian akan mengecek data transaksi di perbankan yang sudah ditunjuk. Apakah ada transaksinya atau tidak.

“Kan nanti muncul rekening korannya,” ucapnya.

Penerima manfaat selama ini memang tidak akan menerima uang tunai. Namun melalui e-warung mereka akan mendapat bantuan sembako. Pada 2019, setiap penerima mendapat sembako senilai Rp 110 ribu. Kemudian di 2020 meningkat menjadi Rp 150 ribu. (fit)