Maling Motor 18 TKP Ditembak Tim Cobra

Lumajang, Motim - Pencurian disertai pemberatan yang menimpa Livia Eva Gelysta (21), asal Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, pada Kamis (16/1/2020), akhirnya berhasil diungkap oleh Tim Cobra Polres Lumajang.
Kedua pelaku
Kedua pelaku
Selain mengamankan 2 pelaku, Tim Cobra juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 13 buah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berbagai merk, 1 buah dompet warna hitam berisi 1 buah kartu NPWP, 1 buah kartu ATM Bank dan 1 buah STNK Honda Supra, 1 buah kunci dengan 8 anak kunci, 2 unit Honda Beat hasil curian dan 1 buah jaket warna hitam.

Tim Cobra juga mengamankan 2 orang yang diduga kuat sebagai pelakunya antara lain bernama Abdulloh (27), asal Dusun Kebundeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro dan Misratbiono (47), asal Dusun Wonorejo, Desa Wonokerto Kecamatan Gucialit.

“Kedua pelaku ditangkap di sekitaran jalan Imam Bonjol, Klojen Lumajang,” tutur Kasubbag Humas Polres Lumajang, Iptu Catur Budi Bhaskara.

Menurut keterangan kedua pelaku bahwa dalam kasus pencurian sepeda motor area parkir Puskesmas Candipuro milik Livia Eva Gelysta dibantu 2 temannya antara Mahdi (18), warga Dusun Kebundeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro dan Nusi warga Desa Kecamatan Malasan, Kabupaten Probolinggo.

Modus komplotan pelaku mengambil sepeda motor yang menjadi sasarannya dengan merusak kunci motor menggunakan kunci T yang telah disiapkan. “Mahdi dan Nusi masih diburu oleh Tim Cobra Mas,” katanya.

Kedua pelaku juga menyampaikan jika sebelumnya juga melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Kabupaten Malang sebanyak 1 kali dan di wilayah Kabupaten Probolinggo sebanyak 6 kali, di wilayah Kabupaten Jember sebanyak 1 kali.

Di wilayah Kabupaten Pasuruan sebanyak 1 kali dan di wilayah Kabupaten Lumajang sebanyak 9 kali. “TKP terbanyak adalah Lumajang,” ujarnya.

Keempat pelaku punya peran berbeda-beda, Abdulloh dan Mahdi berperan sebagai pelaku utama, sedang Misrabiono dan Nusi berperan menjual sepeda motor hasil kejahatannya itu.

“Abdulloh terpaksa ditindak tegas karena saat hendak ditangkap melawan petugas,” pungkas Catur.(cho)