Ada 30 Pasar Rakyat Menjadi Prioritas Dikembangkan

Lumajang, Motim - Kepala Dinas Perdagangan Lumajang, Hairil Diani menjelaskan, di Lumajang ada sedikitnya 30 pasar rakyat, baik besar maupun kecil yang kini menjadi prioritas untuk dikembangkan. Seperti halnya pasar rakyat yang ada di Klojen.
Pasar Klojen
Pasar Klojen
“Untuk tahun 2019 pasar Klojen yang kita dahulukan, kemudian tahun ini akan berlanjut ke pasar Candipuro,” jelasnya.

Untuk itu dirinya berharap, pihak dewan ikut serta mendukung program pasar rakyat yang dikemas secara modern ini agar cepat terrealisasi. “Dukungan yang besar dari teman-teman Dewan sangat kami harapkan, agar realisasi di lapangan cepat terlaksana dengan baik,” harapnya.

Kabid Sarpras Dindag Lumajang, Wahyudi menambahkan, revitalisasi pasar rakyat tidak membedakan pasar mana saja yang akan didahulukan. Semua pasar akan dilakukan pembenahan secara bertahap.

“Secara menyeluruh, karena kondisi pasar di Lumajang sudah sangat mengkhawatirkan. Makanya kami berharap banyak kepada teman-teman Dewan, agar ikut mendukung rencana revitalisasi pasar ini secara menyeluruh,” pungkasnya.

Tujuan revitalisasi atau penataan pasar rakyat, menurut Hairil Diani, adalah mendorong agar pasar rakyat lebih modern dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan dan toko modern, sehingga dapat meningkatkan omset pedagang pasar rakyat.

“Meningkatkan pelayanan dan akses yang lebih baik kepada masyarakat konsumen, sekaligus menjadikan pasar rakyat sebagai penggerak perekonomian daerah,” jelasnya.

Untuk itu dirinya berencana meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pengelola pasar, guna mewujudkan pasar rakyat yang bermanajemen modern, lebih bersih, sehat, aman, segar, dan nyaman. Sehingga dapat menjadi tujuan tetap berbelanja dari konsumen.

“Program revitalisasi pasar rakyat bukan hanya menyentuh perbaikan dari sisi fisiknya saja, melainkan juga dari sisi ekonomi, sosial budaya dan manajemen,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kompetensi para kepala pasar, agar pengetahuannya bisa dikembangkan secara komprehensif, sehingga dapat meningkatkan daya saing terhadap pusat perbelanjaan maupun toko modern.

“Agar mampu tampil dalam kancah perekonomian, kita harus dapat mengelola potensi ekonomi, memajukan kapasitas perdagangan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya. (fit)