Ambulans Desa Sukorejo Kepergok Angkut 2 Ekor Kambing

Lumajang, Motim - Ambulans Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir kepergok warga digunakan untuk mengangkut 2 ekor kambing, Jumat (26/6/2020). Kejadian ini sontak membuat gempar. Pasalnya video penyalahgunaan ambulans desa itu beredar di media sosial.
Ambulans desa digunakan untuk mengangkut kambing
Ambulans desa digunakan untuk mengangkut kambing
Percakapan dalam video itu, menyebutkan, awalnya warga curiga adanya mobil ambulans yang berhenti di pinggir jalan. Tak jauh dari Pasar Hewan Lumajang. Ketika didekati, ternyata ambulans bernomor polisi N 1101 YP itu mengangkut kambing.

Ketika ditanya, yang membawa ambulans tersebut mengaku masih sepupu dari Kepala Desa Sukorejo. Kades Sukorejo, Wahidah ketika dikonfirmasi media mengatakan, jika sopir ambulans itu minta ijin kepada dirinya untuk mengangkut kambing.

“Tadi sopir ambulannya telpon Saya pak, sudah izin lewat telepon. Mendadak ambil kambing karena ada acara pak,” katanya. Ia memberikan izin dengan catatan, setelah digunakan untuk mengangkut kambing, ambulans itu harus dibersihkan lagi.

Sementara Camat Kunir, Jamak Nurwanto ketika ditanya soal adanya penyalahgunaan ambulans desa ini menegaskan, kini ambulans itu sudah diamankan dan dibawa ke Kantor Inspektorat Lumajang. “Pihak desa yang mengantar,” katanya.

Ia menyebut, permasalahan ini pun sudah ditangani oleh Inspektorat Lumajang. Dirinya juga menyayangkan, adanya ambulans desa yang digunakan untuk mengangkut hewan. “Tidak dibenarkan, karena tidak sesuai peruntukannya,” ucapnya.

Pihaknya sudah melakuan klarifikasi pada Kades Sukorejo. Namun kata Jamak, kades mengaku tidak mengeluarkan izin pada sopir itu untuk pemakaian ambulans desa saat itu. Tetapi sang sopir sempat menghubungi kades via telepon jika akan mengangkut kambing.

“Ini awalnya tidak ada permintaan membawa ambulans ke pasar hewan. Karena sudah terlanjur ada kambingnya di situ akhirnya (kades) mengiyakan,” ucap Camat Kunir.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bayu Wibowo ketika dimintai keterangan menyampaikan, kemungkinan penyalahgunaan ambulans desa ini karena ada regulasi yang tidak dipahami oleh pihak desa.

“Padahal pihak desa sudah diberitahu, (ambulans desa) untuk mengakut warga yang sakit ke Puskesmas di wilayah Kabupaten Lumajang. Tidak diperkenankan ke luar Lumajang. Boleh untuk kegiatan-kegiatan kesehatan lain, seperti posyandu, penyuluhan. Untuk mengakut mayat tidak boleh. Apalagi mengangkut yang lain,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya, tujuan utama adanya ambulans desa itu membantu ibu yang akan melahirkan. “Sehingga semua desa diberikan ambulans. Ambulans itu sudah dihibahkan ke desa dan itu jadi tanggungjawab pihak desa. Kita punya fungsi pembinaan,” kata Bayu.

Ketika ada penyalahgunaan ambulans itu, Bayu menyebut sudah ada teguran dari bupati ke kades terkait. Sementara untuk sanksi menurutnya tidak ada. “Sanksi yang bersifat tetap itu tidak ada. Bersifat pembinaan. Kalau ditarik selamanya, yang rugi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak Inspektorat sudah mulai melakukan pemeriksaan. Kemungkinan pada Senin (29/6/2020), kades terkait akan dipanggil ke Inspektorat. “Mungkin Senin (Kades Sukorejo) akan diperiksa,” pungkasnya.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati ketika mendengar ini nampak geram. Melalui akun media sosialnya, Ia menyebut, hal ini merupakan perilaku berpemerintahan yang menyimpang.

“Hari ini beredar foto ambulance desa membawa kambing. Perilaku berpemerintahan yang menyimpang dan mencoreng etika. Peringatan untuk seluruh kepala desa agar tidak melakukan hal-hal seperti ini,” tegasnya.

Ia mengatakan, progam 1 desa 1 ambulans adalah upaya untuk mempercepat pelayanan bagi warga sakit yang harus ke puskesmas atau ke rumah sakit. “Semoga menjadi pelajaran berharga buat semuanya, bagaimanapun kita ini pelayan masyarakat yang harus terus meningkatkan dan memperbaiki pelayanan,” tulisnya. (cho/fit)