Balik Nama Tanah Terlapor ke Oknum DPRD Lumajang Dibatalkan

Lumajang, Motim - Amari, selaku pihak terlapor dalam perkara dugaan pencurian udang di PT Bumi Subur terpaksa menjual tanahnya untuk membayar sebagian ganti rugi pada perusahaan itu. Namun anehnya, dalam proses balik nama sertifikat tanah itu di notaris, tanah itu akan menjadi milik oknum anggota DPRD Lumajang berinisial TR. Namun akhirnya proses balik nama itu dibatalkan.
Linda, anak dari Amari mendatangi Notaris
Linda, anak dari Amari mendatangi Notaris
Staf Notaris Komang, bernama Ponadi menceritakan, awalnya sertifikat tanah itu masih atas nama Cipto Raharjo. Kemudian sudah ada transaksi jual beli dengan keluarga Amari. Penandatanganan akta jual beli sudah resmi dilakukan pemilik sebelumnya dengan atas nama Linda, anak dari Amari.

Notaris pun juga mengurus proses balik nama sertifikat menjadi milik Linda. Namun di tengah mengurus itu, Notaris diminta untuk menunda dulu. “Alasannya pending itu, karena tanah itu laku, katanya dijual. Daripada nunggu proses selesai, waktunya tidak bisa ditentukan kapan selesainya balik nama. Akhirnya tanah itu langsung dijual ke Pak TR,” ucapnya, Rabu (3/6/2020).

Tanah tersebut dijual oleh pihak keluarga Amari kepada TR, untuk membayar sebagian ganti rugi perusahaan di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun itu senilai Rp 1 miliar. Namun pihak keluarga Amari tak mendapat sepeser pun uang hasil penjualan tanah itu dari TR. Dikatakan, uangnya langsung dikirim ke Direktur PT Bumi Subur Hendra Sutejo.

Sehingga sertifikat tanah itu akan diatasnamakan TR. Namun kemudian Linda meminta kepada Notaris untuk menunda juga proses tersebut. “Atas permintaan dari mbak Linda, ya harus kami pending. Itupun harus ada surat permohonan dari Mbak Linda,” pungkasnya. (cho/fit)