Beli Rumah Berujung Laporkan Pemilik ke Polisi

Lumajang, Motim - Merasa ditipu oleh salah satu oknum guru SMP Negeri yang ada di wilayah Kecamatan Klakah, Senardi alias Supan, warga Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, lapor Polisi.
Senardi didampingi tenannya saat di Polres Lumajang
Senardi didampingi temannya saat di Polres Lumajang
Senardi saat ditemui Memo Timur di Polres Lumajang kemarin lusa menuturkan bahwa, pada tahun 2017 kemarin dirinya membeli rumah oknum guru berinisial HSN, warga yang sama seharga Rp. 250. 000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Namun setelah sepakat harga, dirinya baru membayar sebesar Rp. 235.000.000 (Dua Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah) dan sisanya akan dilunasi setelah balik nama.

Tak lama kemudian dirinya kembali mendatangi HSN bermaksud untuk melunasi sisa pembayaran rumah sebesar Rp. 15.000.000 (Lima Belas Juta Rupiah) berharap rumah yang dibelinya bisa segera ditempati.

Saat mau dibayar kekurangannya itu, HSN menolak dengan alasan rumahnya tak jadi dijual dan berjanji uang sebesar Rp 235.000.000 (Dua Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah) yang sudah terlanjur masuk akan dikembalikan dalam waktu cepat.

Karena hingga beberapa bulan tak kunjung dikembalikan, dirinya berusaha mencari HSN ke rumahnya hingga berkali-kali tetapi tidak pernah ditemui. “Saya berusaha menghubungi Handphonenya. Tapi tak pernah aktif,” ucapnya.

Setelah cukup lama menunggu tak kunjung ada kabar, dirinya mengadukan ke Polsek Klakah dan terjadi mediasi hingga HSN membuat surat penyataan akan mengembalikan uang tersebut pada bulan Maret 2020.

Namun, lagi-lagi HSN mengingkarinya. Didatangi rumahnya tidak menemui, ditelpon juga tidak aktif. Karena HSN tidak punya I’tikad baik, tidak ada pilihan bagi dirinya selain melaporkan HSN ke polisi.

“Jika tidak mengembalikan uang sebesar 235 juta itu, Saya minta HSN diproses secara hukum. 3 tahun Saya menunggu, akan tetapi HSN tidak ada I’tikad baik,” terang Senardi.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Klakah, Bripka Hadi Saputra, SH menambahkan sebenarnya Senardi masih memberikan peluang yang cukup bagi HSN untuk segera mengembalikan uang pembelian rumah itu.

Namun, hingga saat ini HSN tidak kunjung mengembalikan uang milik Senardi. “Sekarang kasus ini oleh korban resmi dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Lumajang,” imbuh Kanit Reskrim. (cho)