Dampak Covid-19, Gelaran Porprov Jatim VII Diundur 2022

Lumajang, Motim - Dampak pandemi Covid-19, gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur resmi diundur pada 2022. Rencana sebelumnya, Porprov Jatim ke-VII itu akan digelar pada tahun depan, 2021.
Ketua dan Sekretaris KONI Lumajang mengikuti rapat koordinasi daring
Ketua dan Sekretaris KONI Lumajang mengikuti rapat koordinasi daring
Porprov VII itu akan digelar di 4 kabupaten sebagai tuan rumah. Yakni Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Bondowoso. Pada rapat koordinasi sebelumnya, Lumajang salahsatu tuan rumah yang mengajukan usulan agar Porprov diundur.

Ketua Komite Olehraga Nasional Indoenesia (KONI) Lumajang, H. Ngateman menyampaikan, keputusan Porprov Jatim diundur sesuai hasil rapat anggota KONI Jatim yang dilakukan secara daring.

Terkait pelaksanaan Porprov Jatim VII 2021 ditunda di tahun 2022 dengan batasan umur atlet maksimal 22 tahun,” katanya.

Ia menambahkan, secara umum, dalam kondisi pandemi Covid-19, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Diantaranya keselamatan, kesehatan, dan prestasi. Maka dengan berbagai pertimbangan, akhirnya diputuskan Porprov diundur.

Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung menyampaikan, penundaan Porprov untuk menyelamatkan semua pihak. Bukan hanya berambisi mengukir prestasi. Alasan lainnya yakni tuan rumah yang semula dipilih merasa belum siap.

“Yang siap hanya Kabupaten Jember,” tandasnya.

Sedianya, Porprov Jatim VII akan digelar pada tahun 2021 sekitar bulan Juli-Agustus. Meski pelaksanaan ditunda, kata Agung, batas maksimal usia atlet 22 tahun pada Porprov tahun 2022 nanti.

Sehingga tidak menghilangkan kesempatan atlet yang semula ditargetkan mengikuti Porprov tahun 2021. Demikian pula, tentang cabang olahraga dan petunjuk teknis pelaksanaan akan diberitahukan di waktu kemudian.

Pengunduran agenda kegiatan ini, juga karena setiap daerah peserta juga merasa belum siap. Karena anggaran pemerintah daerah terserap dan difokuskan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

“Kondisi ini sangat bisa dimaklumi, karena memang masyarakat dalam keadaan kolaps. Aktifitas ekonomi tidak berjalan normal. Sementara pemerintah terus berupaya menekan pandemi agar lekas berakhir,” ucap Erlangga Satriagung. (fit)