Dampak Pandemi, Ada Pemangkasan Alokasi Dana Desa

Lumajang, Motim - Pandemi Covid-19 juga bedampak pada Alokasi Dana Desa (ADD). Pihak Pemerintah Desa harus menerima adanya pemangkasan ADD. Namun sejumlah kepala desa mengeluhkan adanya pemangkasan ADD tersebut.
Ketua AKD Kabupaten Lumajang, Suhanto
Ketua AKD Kabupaten Lumajang, Suhanto
Bahkan ada kepala desa yang menyebut, pemangkasan ADD sampai Rp 50 juta. Ini yang kemudian menurutnya bisa menghambat terhadap program kemajuan desa itu sendiri. “Memang untuk ADD tahun 2020 dipotong 50 juta,” ujar seorang kades yang enggan namanya disebutkan.

“Intinya kami tidak tahu potongan Rp 50 juta tersebut jika dikarenakan penurunan PAD dampak dari Pandemi Covid 19. Itu menurut kami bukan jawaban karena PAD tahun 2019 masih stabil,” jelasnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Lumajang, Suhanto yang juga menjabat sebagai Kades Kebon Agung, Kecamatan Sukodono, menyampaikan, pemangkasan ini karena suatu hal.

“Rp 50 juta potongan dari ADD itu sebenarnya bukan potongan, namun terkait transfer daerah yang dari pusat menurun, sehingga ada pengurangan tersebut,” jelasnya.

Suhanto juga menerangkan terkait transfer daerah yang dimaksud, sangat berpengaruh terhadap besaran ADD yang harus tersalurkan kepada Desa. Karena menurutnya, ADD itu 10 persennya dari transfer daerah anggaran pusat.

Berhubung transfer daerah dari anggaran pusat lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga adanya pengurangan nominal ADD tahun 2020 dan pengurangan ADD tersebut di tiap desa rata-rata Rp 50 juta.

Sedangkan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Lumajang, Samsul Arifin menegaskan, pengurangan itu dikarenakan DAU (Dana Alokasi Umum) menurun.

“Itu bukan pemotongan, melainkan pengurangan karena memang ada kebijakan yang dipergunakan untuk kepentingan karena DAU kita menurun, sehingga berdampak pada semua kegiatan yang ada, termasuk jenis bantuan kita ini,” ucapnya.

“Jadi Kabupaten mengurangi kegiatan–kegiatan yang sifatnya pemberdayaan yang modelnya mengumpulkan massa, artinya adanya pengurangan itu memang dari atas dimana dana yang diterima kabupaten untuk desa dari atas itu memang ada pengurangan,” pungkasnya. (fit)