DPO Curas Ambruk Setelah Kaki Ditembus Timah Panas Tim Cobra

Lumajang, Motim - Pengejaran terhadap komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Tim Buru Sergap Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang, sejak tiga pekan yang lalu membuahkan hasil.
Pelaku saat menjalani perawatan medis
Pelaku saat menjalani perawatan medis
Satu dari dua DPO itu berhasil ditangkap oleh Tim Buru Sergap. Pelaku diketahui bernama Efendi Pradana alias Pendik (28), asal Dusun Kebonan, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian.

Efendi Pradana ditangkap di rumah temannya yang terletak di Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, sekira pukul 12.30 WIB akhir minggu pekan kemarin.

Kapolres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa, SH, SIK, M.IK melalui Kasubbag Humas, Ipda Catur Budhi Baskoro menuturkan, pada saat dilakukan penangkapan pelaku berusaha kabur dan melakukan perlawanan kepada petugas, sehingga diambil tindakan tegas terukur dengan tembakan pada salah satu kakinya.

Pelaku pun langsung ambruk, kemudian oleh petugas diboyong menuju Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis. “Andai tidak berusaha kabur apalagi menyerang petugas, pasti tidak ditindak tegas terukur,” tuturnya.

Menurut keterangan pelaku, sejak seorang temannya bernama Hadi Sutikno, warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro ditangkap, dirinya langsung menghilang dari rumahnya dan bersembunyi di rumah temannya, warga Desa Karanglo.

Namun, keberadaan pelaku tercium oleh Tim Buser kemudian dilakukan penggerebekan terhadap rumah dimaksud dan pelaku berhasil ditangkap meski dengan cara tindakan tegas terukur. “Tinggal satu DPO lagi berinisial AS masih diburu. Dipastikan segera tergaet. Keberadaannya sudah terpantau,” kata Catur.

Catur menjelaskan, beberapa waktu yang lalu tiga pelaku, Hadi Sutikno, Efendi Pradana bersama AS melakukan percobaan pencurian dengan kekerasan di rumah warga di Dusun Tabon, Desa Bades, Kecamatan Pasirian.

Ketiga pelaku masuk ke rumah korban dengan cara menjebol pintu belakang. Setelah pintu terbuka, pelaku masuk ke dalam dapur. Saat mau masuk ke ruang tengah ada pintu teralis dalam keadaan terkunci.

Kemudian pelaku keluar, lalu mencukit jendela rumah bagian depan dan berhasil, pelaku terus masuk ke dalam rumah.

Aksi pelaku diketahui warga kemudian menghubungi warga yang lain, lalu berkumpul di depan rumah korban. Mengetahui aksinya diketahui warga, Efendi dan AS kabur ke area persawahan belakang rumah korban. Sedang Hadi Sutikno yang kala itu berusaha kabur sambil menakut-nakuti akan melukai warga, terjatuh. Warga pun rame-rame menangkapnya terus diserahkan ke petugas Polsek Pasirian.

“Sesuai catatan di kepolisian, Hadi Sutikno Residivis 365 KUHP masuk penjara sudah 3 kali. Efendi Pradana Residivis 365 KUHP masuk penjara sudah 5 kali,” tegasnya. (cho)