Dugaan Pencurian Udang, Kuasa Hukum Terlapor Pertanyakan Rincian Kerugian

Lumajang, Motim - Kasus dugaan pencurian udang di tambak udang milik PT. Bumi Subur yang terletak di wilayah Dusun Meleman, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun sudah ditangani unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.
Kuasa Hukum terlapor, Mahmud, SH saat pers rilis
Kuasa Hukum terlapor, Mahmud, SH saat pers rilis
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pekan lalu seorang waker alias penjaga tambak udang PT. Bumi Subur bernama Amari dilaporkan mencuri udang yang mengakibatkan perusahan itu merugi Rp 7 miliar. Dimana kerugian Rp 4 miliar ditanggung oleh Amari Cs dan Rp 3 miliar lagi ditanggung oleh Manajer perusahaan Asmin Cs.

Kuasa Hukum Terlapor, Mahmud, SH pun sudah mendatangi Polres Lumajang. Kedatangannya untuk menanyakan beberapa hal. Diantaranya mengenai rincian kerugian perusahaan atas pencurian itu yang bisa mencapai Rp 7 miliar.

Dugaan Pencurian Udang, Terlapor Keberatan Atas Tuduhan Pencurian
 
Namun sayangnya, masih belum ada jawaban dari pihak Polres. “Ada gak rinciannya, dijawab masih diselidiki dulu. Memang ada tahapannya,” katanya pada sejumlah wartawan, Selasa (2/6/2020).

Ia menegaskan, Amari memang sudah diperiksa oleh penyidik untuk dimintai keterangan. Namun belum banyak yang bisa disampaikan oleh pihak kepolisian, karena masih di tahapan penyelidikan.

“Belum pasti, pidananya apa, siapa saja yang jadi tersangkanya, bisa diketahui setelah gelar perkara,” ucapnya.

Saat ini dirinya hanya fokus melakukan pengawalan. Untuk memastikan bahwa klienya, mendapatkan hak-hak hukum. “Sesuai hukum yang ada, jangan diberlakukan seolah-olah menjadi orang yang salah,” terangnya.

Pencurian Udang di PT Bumi Subur, Kerugian Rp 7 Miliar

Ditanya terkait sejumlah uang yang sudah dibayarkan oleh Amari untuk mengganti kerugian itu melalui seseorang, Mahmud membenarkan hal itu. “Ada tanah, kemudian ada sejumlah uang Rp 400 juta lebih,” ucapnya.

Tak hanya ke Polres, pihaknya juga sudah datang ke Kejaksaan Negeri Lumajang. “Ternyata kejaksaan sudah tahu, sama juga menunggu penyelidikan dari Polres,” pungkasnya. (cho/fit)