Hampir Punah, Kesenian Serbung dari Jatimulyo Terus Dilestarikan

Lumajang, Motim - Masyarakat mungkin belum banyak yang familiar dengan Kesenian Serbung, bahkan bagi sebagian warga Lumajang itu sendiri. Kesenian tradisional ini bahkan nyaris punah di Kabupaten Lumajang, karena tidak banyak yang mengerti dan mau memainkannya.
Kesenian Serbung dari Desa Jatimulyo Kecamatan Kunir
Kesenian Serbung dari Desa Jatimulyo Kecamatan Kunir
Disebutkan pada era sekitar tahun 1930-an Abdurrahman atau biasa disebut Mak Eroh pembuat alat musik dan pelopor Kesenian Serbung yang pertama kalinya di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir. Musik ini sempat populer, namun berpuluh tahun kemudian mulai meredup.

Sampai di tahun 2018 akhir, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengakui Kesenian Serbung sebagai alat musik tradisional asli Desa Jatimulyo, dan ditampilkan pertama kali pada acara “Loemadjang Djadoel” pada Bulan Desember bertempat di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT).

Dan, hingga saat ini kesenian Serbung menjadi salah satu kesenian tradisional yang dilestarikan oleh generasi keempat dan masih sering dimainkan oleh masyarakat, khususnya warga Desa Jatimulyo.

Sawar mengatakan, bahwa Serbung adalah alat musik tiup tradisional yang terbuat dari bumbung, kata Serbung sendiri merupakan singkatan dari "Serepoh Bubung", dalam bahasa maduranya serepoh berarti meniup dan bubung adalah bambu yang berukuran besar.

“Jadi, Serbung adalah alat musik terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara ditiup, sehingga bambu itu menghasilkan bunyi seperti gong atau bass,” Sawar yang merupakan garis keturunan generasi keempat dari Mak Eroh.

Adapun jenis alat musik tradisional yang dimainkan dalam Kesenian Serbung diantaranya, Serbung Kendang Pukul (Tong-Tong), Seronen (Terompet), Klenang, Ronang, dan Keplak Pinang. (fit)