Kelengkapan Perizinan PT Bumi Subur Dipertanyakan

Lumajang, Motim - Satu hal lagi yang menjadi sorotan perusahaan tambak udang PT Bumi Subur, adalah mengenai kelengkapan perizinan. Karena dari sejumlah informasi, perusahaan di Dusun Maleman, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun itu, masih belum lengkap perizinannya.
Perusahaan tambak udang PT Bumi Subur
Perusahaan tambak udang PT Bumi Subur
Salahsatu sumber menyampaikan, dari 80 petak yang ada, hanya ada 27 diantaranya saja yang memiliki izin. Namun Direktur PT Bumi Subur, Hendra Sutejo ketika dikonfirmasi, membantah hal tersebut.

“Kalau perizinannya ya sudah komplit semua. Pasti kita penuhi,” kata dia, Jumat (5/6/2020).

Ia menegaskan, jika perizinan masih belum komplit, perusahaan itu bisa ditutup sejak dulu. “Sudah ditutup dulu kalau izinnya gak ada. Semua ketentuan itu kita penuhi,” ucapnya ketika diwawancarai via telepon.

Mengenai adanya laporan, terkait gaji dari karyawan yang di sana di bawa Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Ia menegaskan, jika gaji yang diterima karyawan di bawah UMK, tentu mereka tidak akan bekerja di perusahaan itu.

“Itu bisa ditanyakan ke Disnaker (Dinas Tenaga Kerja). Kalau di bawah UMK, mereka gak mau kerja sama kita. Ada bonus, ada makan juga di dalam,” katanya.

Soal dana Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang kabarnya tak pernah dimanfaatkan untuk warga sekitar, Hendra mengaku masih belum memahami soal itu.

“Itu CSR yang seperti apa. Perlu minta penjelasan yang dimaksud,” pungkasnya. (cho/fit)