Kesenian Barong Cokot Terus Dilestarikan Pemuda Pronojiwo

Lumajang, Motim - Kesenian Barong Cokot terus dilestarikan oleh para pemuda atau kaum milenial, khususnya di Kecamatan Pronojiwo. Mohamad Nasrullah misalnya, mengaku telah mecintai kesenian ini sejak beberapa tahun yang lalu.
Pemuda Pronojiwo melestarikan Kesenian Barong Cokot
Pemuda Pronojiwo melestarikan Kesenian Barong Cokot
Pria yang akrab disapa Nas ini mengungkapkan dirinya ingin melestarikan kebudayaan yang sudah ada sejak jaman dulu. Tidak hanya sebagai penari Barong Cokot, Nas juga membuat Barong Cokotnya sendiri.

Nas menceritakan, dirinya merupakan generasi dari keluarga yang menekuni kesenian barong. Sejak kecil dirinya sudah akrab dengan kesenian ini, namun baru setelah lulus dari pendidikan SMA dirinya baru menekuni secara serius kesenian yang merupakan bagian dari kesenian jaranan tersebut.

“Perkembangannya sekarang di sini lumayan, banyak cewek-ceweknya juga yang ikut, dulu tidak ada. Sekarang ada pengembangan untuk tari yang cewek,” ujar Nasrullah.

Untuk memberikan sentuhan modern, Nas juga menciptakan gerakan baru yang disebutnya dengan Barong Kontemporer. Namun demikian, gerakan tersebut masih berdasar pada tatanan gerakan pakem Kesenian Barong.

Kesenian Barong tidak hanya berkembang di Desa Pronojiwo, ada beberapa daerah di Kabupaten Lumajang yang juga memiliki paguyuban pelaku seni tersebut, Kecamatan Kunir misalnya, yang juga memiliki beberapa kelompok seni Barong.

Ia bersama teman-teman pegiatan seni Barong Cokot Pronojiwo pernah mewakili Kabupaten Lumajang dalam gelaran Festival Lima Gunung di Magelang Jawa Tengah. Bersama beberapa pegiat seni lain dari Kabupaten Lumajang, penampilan epic disajikan di hadapan para penikmat seni tradisional itu. (*/fit)