Melanggar Ketentuan, Asimilasi AA Dicabut

Lumajang, Motim - AA warga Dusun Karangpanas, Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, pelaku pencurian sapi sejatinya telah bebas, setelah mendapat Asimilasi dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (KSPAD)  Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Lumajang, Martono
Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (KSPAD)  Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Lumajang, Martono
AA mendapat Asimilasi selain karena berkelakuan baik selama menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Lumajang, ia juga telah menjalani setengah lebih dari masa hukuman.

Namun, karena melanggar ketentuan Asimilasi yakni beberapa hari setelah bebas kembali melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan alias begal, kini AA kembali dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan untuk menyelesaikan sisa hukumannya sesuai vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Lumajang.

Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (KSPAD) Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Lumajang, Martono kepada Memo Timur menyampaikan karena melanggar aturan Asimilasi maka bersangkutan harus menjalani sisa hukuman sesuai putusan pengadilan hingga bebas murni.

Jika vonis itu sudah selesai dilaksanakan, baru bersangkutan menjalani hukuman kasus barunya sesuai vonis Pengadilan. “Asimilasi saudara AA dicabut,” tuturnya.

Disinggung apakah benar AA saat ini tengah menjalani operasi atas luka tembak di kakinya, Martono mengatakan iya. Saat ditanya soal biaya Martono menyampaikan masih dikoordinasikan dengan pihak rumah sakit.

“Apakah itu direkom secara gratis oleh kementrian dirinya belum tahu. Tapi kami ada pelayanan kesehatan terhadap warga binaan secara gratis,” tegasnya.

Terpisah Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, Anwar Faudi menambahkan, penghuni Lapas yang bebas Asimilasi berjumlah 126 orang. “Jika tidak salah ada 2 perempuan selebihnya laki-laki,” ungkapnya.

Saat ini jumlah penghuni Lapas tinggal 450 orang dengan rincian 434 laki-laki dan 16 perempuan. “Informasinya hari ini ada tambahan tahanan baru dari kejaksaan sebanyak 10 orang. Jika itu benar, berarti jumlah penghuni Lapas 460 orang,” pungkasnya. (cho)