Nasib Sopir Bus Lumajang, Belum Dapat Jawaban dari Pemkab

Lumajang, Motim - Puluhan sopir bus di Lumajang mengaku masih belum mendapatkan bantua sosial dampak pandemi Covid-19. Mereka pun sudah menanyakan nasibnya ke pihak Pemkab Lumajang. Bahkan mereka ingin bertemu langsung dengan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.
Para sopir bus ketika mendatangi Kantor Bupati
Para sopir bus ketika mendatangi Kantor Bupati
Namun kedatangan mereka ke Kantor Bupati, pada Senin (8/6/2020), tidak membuahkan hasil. Mereka menunggu dari pagi hingga siang hari, tak ada jawaban. Mereka pun gagal menemui bupati.

“Gak ada (jawaban). Kan bupati ada rapat-rapat terus, akhirnya sampai jam 2 siang kita pulang,” kata Didik, salahsatu sopir ketika dihubungi, Selasa (9/6/2020).

Lanjutnya, dirinya dan teman-temannya tetap berjuang untuk mendapatkan haknya. Didik bersama temannya mengaku kembali menunggu bupati di depan Pendopo Arya Wiraraja. Rencananya mereka juga akan membuat pengaduan secara tertulis tentang nasib mereka.

“Saya mau koordinasi sama teman-teman terkait itu,” ucapnya.

Didik mengaku, melakukan hal ini karena sudah beberapa bulan tidak bekerja. Karena perusahaan otobus (PO) tempatnya bekerja tak beroperasi. Mereka ingin menanyakan bantuan Rp 600 ribu. Karena ada bansos Covid-19 dari pusat yang dikhususkan bagi para sopir.

Sebelumnya pihaknya sudah mendatangi Polres Lumajang, menanyakan hal ini. Karena diketahui ini bantuan khusus sopir dari Polri. Namun kemudian disuruh tanya ke Samsat. “Namun terlambat katanya, sudah dikirim datanya. Informasinya data sopir di Lumajang ada 660 sopir, namun yang dikirim datanya sekitar 300 sopir,” ucapnya.

Karena belum ada kejelasan, Didik dan kawan-kawannya kemudian mendatangi Dinas Perhubungan Lumajang untuk menanyakan hal ini. Tapi sayangnya, Dishub menyuruh mereka tanya ke pihak Terminal Wonorejo.

“Dari sana, kita disuruh ke bupati,” katanya. (fit)