Pelayanan RSUD dr. Haryoto Kembali Dikeluhkan

Lumajang, Motim - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang kembali dikeluhkan oleh masyarakat. Pihak keluarga dari salahsatu pasien mengaku tidak puas dengan pelayanan rumah sakit. Ia pun kemudian menyampaikan keluhan itu di media sosial.
RSUD dr. Haryoto Lumajang
RSUD dr. Haryoto Lumajang
Seseorang dengan akun facebook bernama Abd Wahid menyampaikan, saudara perempuannya kurang mendapat pelayanan yang baik ketika hendak melahirkan pada 16 Juni lalu. Ia menceritakan, ketika saudaranya kesakitan, mencoba memanggil petugas. Namun petugas malah menyatakan pasien belum waktunya melahirkan disertai nada tinggi.

Bahkan ketika saudaranya mengalami kontraksi hendak melahirkan, menurutnya oleh petugas dibiarkan dan tetap tidak menghiraukan panggilan pasien. “Baru ketika dengar suara bayi, parawat malah negur lagi ke pasien, dan bertanya kenapa tidak bilang dari tadi,” katanya.

Pihak RSUD dr Haryoto ketika dikonfirmasi wartawan, mengakui adanya pasien tersebut. Tetapi soal unggahan di media sosial mengenai pelayanan, pihak rumah sakit menegaskan, hal itu tidak sepenuhnya benar.

“Pemberitaan di media sosial itu tidak tepat,” kata Kabid Kebidanan RSUD dr Haryoto, Umi Sukowati.

Ia pun memberikan klarifikasi dan menyampaikan kronologisnya. Umi menyampaikan, pasien berinisial SFZ berusia 24 tahun itu adalah pasien dari Puskesmas Randuagung, yang dirujuk ke RSUD Haryoto.

“Mendapat rujukan pada tanggal 15 Juni kemarin, karena kondisinya sempat kejang-kejang,” tuturnya.

Pasien tersebut datang dalam kondisi tangan sudah terinfus. Saat dilakukan observasi ditemani oleh 3 perawat. Serta sempat ganti infus sebanyak dua kali, yakni pada jam 23.00 dan 00.10. Mengeluh kesakitan atau kontraksi pada perut pada tanggal 16 Juni.

Umi menyebut, pasien sempat berjalan menemui bidan. “Namun sempat ditegur oleh bidan untuk jangan berjalan karena bahaya. Dan 5 menit kemudian ketubannya pecah,” tuturnya.

Pada jam 03.15, pasien tersebut berhasil melahirkan dengan selamat dan normal. “Lahir dalam kondisi normal dan tidak secara cesar,” pungkasnya. Ketika pasien melahirkan, ada 3 perawat sekaligus bidan yang menemaninya. (fit)