Pemuda Bejat Tega Setubuhi Anak SD 3 Kali

Lumajang, Motim - Diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, sebut saja Bunga, yang diketahui sebagai peserta didik kelas V di salah satu Sekolah Dasar Negeri di wilayah Kecamatan Pronojiwo, seorang pemuda wiraswasta ditangkap petugas gabungan Polsek Pronojiwo.
Didik saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik
Didik saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik
Pemuda bejat tersebut bernama Didik Supriyanto (26), asal Dusun Sidomukti, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Kini sudah mendekam di rumah tahanan Polsek Pronojiwo.

Kapolsek Pronojiwo, Iptu Basuki Rachmad, SH melalui Kanit Reskrim, Bripka Purnomo W menuturkan pada hari Senin (1/6/2020), sekira pukul 23.00 WIB, Polsek Pronojiwo kedatangan seorang pria bernama Nurimin (44), warga Dusun Tulungagungan, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo melaporkan jika anaknya telah digitukan oleh pelaku.

Laporan itu pun terus ditindaklanjuti, mendatangi lokasi kejadian menghimpun keterangan korban juga saksi.

Keesokan harinya, tepatnya pada Selasa (2/6/2020), pihaknya mencari keberadaan pelaku. Dasar lagi beruntung, sekitar pukul 01.00 WIB, pihaknya memperoleh informasi jika pelaku berada di rumah korban. Tanpa membuang waktu pihaknya langsung menuju rumah korban dan pelaku berhasil diamankan. “Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya itu,” ujarnya.

Menurut keterangan pelaku masuk ke kamar korban dengan cara membuka jendela yang dalam keadaan tertutup tapi tidak terkunci.

Setelah berhasil masuk ia langsung mendekap dan menindih korban, terus menciuminya. Korban terbangun terus berontak, namun korban tidak berdaya apalagi dihantui rasa takut. “Pelaku terus menyetubuhi korban Mas,” katanya.

Usai melakukan perbuatan tidak terpuji itu, pelaku kabur melalui jalan semula, yakni jendela yang sama. Pelaku juga mengaku sebelumnya perbuatan yang sama pernah dilakukan terhadap korban sebanyak 2 kali.

Pertama dilakukan pada hari Sabtu (16/5/2020), sekira pukul 01.00 WIB di rumah korban, kedua kalinya juga di rumah korban pada Kamis (21/5/2020), jam yang sama.

“Korban tidak melaporkan nasib yang menimpanya kepada orang tuanya karena diancam bunuh oleh pelaku,” ungkapnya.

Saat ditanya perbuatan pelaku dijerat pasal apa Kanit Reskrim mengatakan pelaku dijerat pasal 81 UURI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Proses penanganan kasus ini kami berkoordinasi dengan fungsi pembina dan unit PPA Sat Reskrim Polres Lumajang,” pungkasnya.(cho)