Penganiaya Almarhum Farit Terancam Dipenjara 7 Tahun

Pelaku saat digelandang ke Polsek Kedungjajang (cho) 
Lumajang, Motim - Askur warga Dusun Sepuran, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan meninggalnya Farit (40) warga yang sama sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polsek Kedungjajang.

"Perbuatan Askur itu dijerat pasal 351 ayat 1, 2 dan 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dipidana hukuman penjara paling lama 7 tahun," kata Kapolsek Kedungjajang Iptu Nur Kamim melalui Kanit Reskrim Bripka Firman Prastyo, SH.

Penganiayaan terjadi pada Senin (26/5/2020) bermula antara korban dan pelaku yang diketahui masih kerabat itu salah faham hingga cekcok mulut. Tak berhenti disitu, keduanya yang sama-sama tersulut emosi akhirnya berlanjut ke perkelahian menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Akibat perkelahian itu Farit terluka bacok pada salah satu tangannya. Meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto, namun nyawa korban tidak terlolong beberapa saat kemudian meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan Visum terhadap mayat korban telah disimpulkan bahwa penyebab kematiannya karena rusaknya jaringan otak dan kekurangan darah (Shock Hivopolemik)

"Usai visum mayat terus dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan," ungkapnya.

Lanjut Kanit Reskrim berkat kecepatan dalam penangan perkara, sejam kemudian pihaknya berhasil mengamankan pelaku lengkap dengan barang bukti berupa sebilah celurit yang masih ada bekas darah.

"Penangkapan terhadap pelaku dikomando langsung oleh Kapolsek dan berhasil," pungkasnya. (cho)