Polres Sebut Korban Tewas di Candipuro Karena Kecelakaan

Lumajang, Motim - Pihak Polres Lumajang akhirnya memberikan jawaban terkait adanya korban tewas di jalanan Kecamatan Candipuro, yang diduga usai dipukul seseorang hingga terjatuh dari motor. Kasat Reskrim, AKP Masykur, SH. melalui Kasubbag Humas, Ipda Catur Budi Bhaskara menceritakan kronologis dari awal.
Kasubbag Humas Ipda Catur Budi Bhaskara
Kasubbag Humas Ipda Catur Budi Bhaskara
“Ini begini, jadi yang terjadi, yang meninggal itu bukan suporter Aremania atau Bonek, bukan. Memang ada keributan, ada atribut Aremania dan Bonek itu. Akhirnya warga menghubungi petugas, menghalau terjadinya keributan kecil tersebut,” katanya, Kamis (25/6/2020).

“Karena ada salahsatu kelompok yang bawa sajam, maka petugas mengejar yang membawa sajam itu, jadi sepeda motor itu beriringan, muka dan belakang. Yang belakang berboncengan tiga, yang depannya itu membawa sajam berupa arit sama pisau. Fokusnya ke sana (yang bawa sajam), dikejar,” lanjutnya.

Namun kemudian petugas tidak berhasil menjangkau pemuda yang bawa sajam itu. “Karena tidak terjangkau, lepas mereka, yang motor dua orang ini lepas, kemudian petugas balik kanan,” kata Catur.

Ketika petugas kembali inilah, kemudian dijumpai adanya pemuda yang terjatuh dari motor. Hingga ada yang meninggal dunia. “Nah ini petugas tanda tanya, ada apa, maka bisa saja. Diduga ketika sedang ada keributan, ada petugas, otomatis secara naluri yang namanya keributan itu, kalau ada petugas pasti lari, spontan lari, bisa saja. Mengakibatkan terjatuhnya dia, ini motor boncengan tiga, yang mengemudi adalah yang meninggal. Berboncengan tiga ini tanpa pakai helm,” jelas Catur.

Ditanya adanya informasi, dugaan jika mereka terjatuh karena dipukul oknum polisi, Catur menegaskan, tentu hal itu harus diselediki dulu. “Kita perdalam, apakah benar polisi memukul. Bisa saja mereka bikin opini, bisa saja. Perlu kita garisbawahi, kelompok yang bertengkar dengan korban ini tidak ada sangkut pautnya. Ini bukan kelompok suporter bola,” katanya.

Pihak Polres pun sudah melakukan komunikasi dengan pihak suporter. “Kami tegaskan disini, yang menjadi korban bukan bagian yang bertengkar. Orang di luar itu, kebetulan di sekitar itu. Karena dia tidak menggunakan helm, berboncengan tiga. Ada petugas datang bersama masyarakat otomatis lari,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polres Lumajang sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya. Dan tim ini sudah mulai berjalan melaksanakan tugasnya. (cho)