Saksi Laporkan 3 Orang Atas Dugaan Pemerasan

Lumajang, Motim - Perkara dugaan pencurian udang di perusahaan tambak udang PT Bumi Subur berbuntut panjang. Dua saksi dalam perkara yang ditangani Polres Lumajang ini, melapor ke polisi. Mereka mengaku sebagai korban dugaan pemerasan yang dilakukan 3 orang.
Dua saksi melapor ke Polres Lumajang
Dua saksi melapor ke Polres Lumajang
Dua saksi berinisial AM dan RF itu mengaku dimintai sejumlah uang, agar tidak diperiksa dalam perkara dugaan pencurian udang di perusahaan yang berada di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun tersebut.

Mereka pun membayar sejumlah uang yang diminta itu. Merasa menjadi korban pemerasan, akhirnya AM dan RF mendatangi Polres Lumajang, Senin (8/6/2020) sekitar pukul 10.25 WIB.

Keduanya langsung melapor ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Sekitar 20 menit kemudian, mereka diarahkan ke ruang Kanit Pidter. Lalu 30 menit kemudian, keduanya keluar dari ruangan itu. Mereka diminta menunggu di luar ruangan.

RF mengaku, dalam perkara dugaan pencurian udang ini, Ia disuruh membayar hingga Rp 30 juta oleh seseorang. Ia pun akhirnya memenuhi permintaan tersebut. “Supaya tidak dipanggil (diperiksa) harus mengupayakan uang itu,” ucapnya.

Sedangkan AM mengaku sudah membayar sampai Rp 25 juta. Tak hanya itu, RF menyebut, ada saksi lainya bernisial RD yang diminta Rp 15 juta. Saat itu yang bersangkutan tidak punya uang, akhirnya pinjam uang ke istri RF.

“Kalau tidak mau ada panggilan lagi harus mengupayakan Rp 15 juta,” jelasnya.

RF menegaskan, uang Rp 15 juta ditransfer ke rekening seseorang dan ada bukti pengirimannya. “Cak MD (inisial) yang transfer, saudara istri Saya,” ujarnya.

Lalu sekitar pukul 12.45 WIB, RF, AM, dan MD disuruh masuk ke ruang Kanit Pidter. Kemudian sekitar 15 kemudian ketiganya keluar. Namun mereka tidak mendapatkan, surat laporan polisi (LP). Alasannya masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi.

“Suruh bikin surat pengaduan dulu. Dan membawa barang bukti,” ucap AM.

AM menyampaikan, menurut polisi laporannya akan tetap diproses. “Kalau pengaduan ini tetap diproses, namun alangkah baiknya katanya, bikin pengaduan secara tertulis. Baru ada laporan resmi,” terangnya.

Ia pun mengaku akan kembali lagi ke Polres Lumajang keesokan harinya dan membawa kelengkapan laporan. “Besok (Selasa 9 Juni 2020) akan ke sini lagi,” pungkasnya. (cho/fit)