Selingkuhi Istri Tetangga, Sopir Truck Tewas Dibacok

Lumajang, Motim - Mengaku sakit hati, seorang petani bernama Suriyanto (38), warga Dusun Ngebruk, Desa Tempeh Kidul, Kecamatan Tempeh, gelap mata dan tega menganiaya seorang sopir menggunakan senjata tajam jenis celurit hingga tewas.
Kondisi korban ketika ditangani petugas medis
Kondisi korban ketika ditangani petugas medis
Sopir truck yang tak lain tetangga pelaku sendiri itu bernama Abdul Adim (42), tewas bersimbah darah dengan kondisi luka bacok pada bagian kaki dan tangan.

Kabar yang berkembang, pelaku nekat membacok korban hingga tewas karena sakit hati korban dicurigai sebagai perusak rumah tangganya.

Peristiwa berdarah itu terjadi di depan warung kopi, Dusun Kebonan, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, pada Sabtu (13/6/2020), sekira pukul 09.00 WIB.

Kapolres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa, SH, S.IK, M.IK melalui Kasubbag Humas, Ipda Catur Budi Bhaskoro menuturkan kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia sudah ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang.

Bahkan tak lama kemudian Tim Cobra Tangguh berhasil mengamankan pelaku lengkap dengan beberapa bukti, semisal celurit yang digunakan membacok korban lengkap kerangkanya, juga sepeda motor yang merupakan alat transportasi pelaku.

Saat diinterogasi pelaku mengaku jika dirinyalah yang membacok korban hingga meninggal dunia karena sakit hati lantaran korban tega merusak rumah tangganya.

Atas perbuatannya, pelaku yang kini sudah mendekam di rumah tahanan Polres Lumajang dijerat pasal 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Pelaku ditangkap di sekitar jalan raya Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir sekira pukul 12.00 WIB,” katanya.

Menurut keterangan saksi pagi itu saksi hendak membuka warung kopi miliknya melihat ada orang berjenis kelamin laki-laki tergeletak di tanah sebelah warungnya penuh darah.

Melihat itu saksi menghubungi warga berniat untuk menolong. Takut disalahkan, warga pun kemudian menghubungi Polsek Pasirian juga Tim Cobra Polres Lumajang.

Tak lama kemudian petugas gabungan tiba di lokasi kejadian terus mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah Pasirian menggunakan kendaraan patroli. Diduga kehabisan darah, di tengah perjalanan diketahui sudah meninggal dunia.

“Pelaku ditangkap tanpa perlawanan Mas,” tegasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Memo Timur di lapangan, pagi itu korban berjalan kaki menuju warung dimungkinkan hendak sarapan. Beberapa meter sebelum sampai di warung, korban dihampiri orang tak dikenal lalu membacoknya.

Korban terluka parah kemudian tumbang dan ambruk ke tanah bersibah darah. Melihat korban jatuh, pelaku langsung kabur. (cho)