Setubuhi Anak Tiri, Pelaku Masuk Penjara

Lumajang, Motim - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, yang dilakukan oleh seorang petani asal Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, terhadap anak tirinya, sebut saja Melati (14), warga Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang.
Ayah tiri bernama Sunarto saat diperiksa
Ayah tiri berinisial Su saat diperiksa
Petani bejat itu berinisial Su (45), yang tak lain ayah tiri Melati. Dia ditangkap oleh unit PPA Satreskrim Polres Lumajang di rumahnya pada Kamis (25/6/2020).

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Masykur, SH melalui Kanit PPA Ipda Irdani Isma, SH saat dikonfirmasi Memo Timur melalui teleponnya menuturkan, saat ini ayah tiri dimaksud sudah ditahan di rumah tahanan Polres Lumajang.

Atas perbuatannya itu pelaku dijerat pasal 81 UURI No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Pelaku mengakui perbuatannya dan sudah ditahan,” katanya.

Diketahui bahwa Melati itu tinggal bersama ibu dan ayah tirinya di wilayah Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Pada Minggu (22/3/2020) siang, Melati diajak ayah tirinya menjemput adiknya di Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, berboncengan sepeda motor lewat jalan tembus Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit.

Sesampai di area kebun teh Kertowono, pelaku menghentikan laju sepeda motornya lalu menyetubuhi Melati. Usai melakukan perbuatannya itu, pelaku mengajak Melati pulang

“Melati mengadukan nasib yang dialaminya kepada pamannya, lalu dilaporkan ke PPA,” ungkapnya.

Berangkat dari laporan keluarga Melati itu pihaknya pun terus melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku yang tak lain adalah ayah tirinya.

“Kasus ini baru dilaporkan ke PPA oleh keluarga Melati pada Selasa (2/6/2020) kemarin,” pungkas Ipda Irdani. (cho)