Tim Cobra Lumpuhkan Begal Bercelurit

Lumajang, Motim - Satu dari dua pelaku begal motor bersenjatakan celurit, ambruk di jalan setelah kakinya diterjang timah panas Tim Cobra yang diback up oleh Tim Reaksi Cepat Anti Bandit (RACB) Polres Lumajang.

Pelaku begal saat dirawat di RS Bhayangkara
Pelaku bernasib malang itu diketahui berinisial AA (22), warga Dusun Karangpanas, Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir. Dari lokasi penangkapan turut diamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam Nopol N 4308 PL milik korban begal.

1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih Nopol N 3237 UZ yang merupakan sarana milik pelaku, 1 buah celurit dan 1 buah pisau penusuk, 1 helm Ink juga jaket.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Masykur, SH melalui Kasubbag Humas, Ipda Catur Budi Bhaskoro ketika dikonfirmasi menuturkan, Senin (22/6), siang pengendara motor Honda Beat Nopol N 4308 PL bernama Dewi Holifatus Zahro, asal Dusun Pancoran, Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, perjalanan menuju Kunir.

Saat melintas di jalan raya Desa Klampok Arum, Kecamatan Tekung, tiba-tiba dipepet oleh dua orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Honda Beat menyuruh berhenti sambil mengancam menggunakan celurit.

“Pelaku mencabut kunci motor milik korban lalu membawa motor itu ke arah utara kemudian dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Lumajang,” katanya.

Atas laporan itu Tim Cobra diback up Tim Reaksi Cepat Anti Bandit langsung bergerak cepat melakukan penyisiran dan membuahkan hasil dengan menangkap AA. Karena melawan dan berusaha kabur, tidak ada pilihan bagi petugas kemudian diambil tindakan tegas terukur.

Keterangan yang diperoleh dari pelaku saat beraksi, dia mengaku tidak sendirian. Melainkan bersama seorang temannya berinisial PS (29) warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah. “Masih diburu oleh Tim Cobra Mas,” ujarnya.

Sesuai catatan yang ada di kepolisian bahwa pada tahun 2015 AA pernah dipenjara selama 1,5 tahun terlibat pencurian hewan. Pada tahun 2017 terlibat kasus penganiayaan dipenjara selama 1,5 tahun. Dan 2019 terlibat pencurian hewan dipenjara 2,5 tahun.

Sedang catatan untuk pelaku berinisial PS yang kini masih diburu pernah dipenjara selama 5 bulan karena terlibat pencurian yang terjadi di tahun 2010. Dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 2012 masuk penjara karena terlibat pencurian lagi.

Pada tahun 2015 masuk penjara lagi atas kasus pencurian. Pada tahun 2017 dipenjara kasus pengeroyokan dan 2019 kemarin masuk penjara atas percobaan pencurian. “Dipastikan tidak lama lagi PS tertangkap,” tegasnya.(cho)