24 Desa di Lumajang Terdampak Kekeringan

Droping air bersih. (*)
Lumajang, Motim – Kekeringan menjadi bencana tahunan di wilayah Kabupaten Lumajang ketika memasuki musim kemarau. Ada sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih ketika kemarau tiba.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Ardian Sulistiyo, menyampikan, pada tahun ini ada 24 desa di 6 kecamatan yang terdampak kekeringan.

“Di antaranya di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Padang, Gucialit, dan Randuagung,” katanya. Ia menyebut, total lebih dari seribu Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan ini.

Lanjutnya, dari sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih itu, ada yang parah. Di antaranya di Kecamatan Ranuyoso. “Paling parah di sebagaian di Kecamatan Ranuyoso ada 5 titik,” ucapnya.

Sejauh ini, upaya yang dilakukan oleh BPBD Lumajang untuk mengatasi ini adalah dengan melakukan suplai atau droping air bersih ke wilayah kekeringan. “Kita droping air bersih untuk masyarakat terdampak.Ada 4 armada yang kita jalankan,” ucapnya.

Setiap armada, dalam setiap hari melakukan pengiriman air bersih hingga 6 kali. Menurutnya, droping air bersih yang dilakukan oleh BPBD Lumajang sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah yang kekeringan. “Sementara ini cukup,” pungkasnya. (fit)